Mari Bersyukur Kepada Allah

2013-08-06_349384602

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah…

Syukur dibangun di atas tiga perkara:

  1. Mengakui dari dalam hati bahwa nikmat-nikmat itu berasal dari Allah
  2. Mengungkapkan pujian kepada-Nya atas nikmat tersebut dengan ucapan lisan
  3. Memanfaatkan nikmat-nikmat itu dalam rangka menggapai keridhaan Dzat yang telah melimpahkannya; yaitu Allah ta’ala (lihat al-Wabil ash-Shayyib, hal. 5-6)

(lebih…)

Bimbingan Menyambut Bulan Ramadhan

oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Suatu saat, Syaikh pernah mendapat pertanyaan :

نرجوا من فضيلتكم توجيهاً حول قدوم شهر رمضان؟ وما يجب على المسلم تجاه ذلك؟

Kami mengharapkan dari anda suatu bimbingan dan arahan yang berkaitan dengan kedatangan bulan Ramadhan? Apa yang wajib dilakukan oleh seorang muslim dalam menghadapi hal itu?

(lebih…)

Urgensi Iman Kepada Hari Akhir

Iman kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman. Dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “[Iman itu adalah] kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Iman [1])

(lebih…)

Dua Akar Penghambaan

35

Secara bahasa ibadah bermakna perendahan diri dan ketundukan (lihat Fath al-Majid Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 17, at-Tauhid al-Muyassar, hal. 53). Oleh sebab itu orang arab menyebut jalan yang biasa dilalui orang dengan istilah thariq mu’abbad (lihat Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim [1/34]). Yaitu jalan yang telah dihinakan, karena telah banyak diinjak-injak oleh telapak kaki manusia (lihat al-Irsyad ila Shahih al-I’tiqad, hal. 34). Sehingga, ibadah bisa diartikan dengan perendahan diri, ketundukan, dan kepatuhan (lihat at-Tanbihat al-Mukhtasharah Syarh al-Wajibat, hal. 28).

(lebih…)

Belajar Tentang Makna Ikhlas [2]

91585103-thumb2

Menyelami Faidah Kalimatul Ikhlas

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iman terdiri dari tujuh puluh sekian atau enam puluh sekian cabang. Yang paling utama adalah ucapan laa ilaha illallah dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah salah satu cabang keimanan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(lebih…)