Jalan-Jalan Keselamatan [6]
[6] Memperbaiki Diri Sendiri Terlebih Dahulu
Termasuk diantara jalan keselamatan adalah sibuk memperbaiki diri dan meninggalkan hal-hal yang tidak penting bagi diri kita.
[6] Memperbaiki Diri Sendiri Terlebih Dahulu
Termasuk diantara jalan keselamatan adalah sibuk memperbaiki diri dan meninggalkan hal-hal yang tidak penting bagi diri kita.
[5] Merasa Takut Kepada Allah
Diantara jalan keselamatan juga adalah dengan senantiasa merasa takut kepada Allah.
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Seorang mukmin memadukan antara berbuat ihsan/kebaikan dan perasaan takut. Adapun orang kafir memadukan antara berbuat jelek/dosa dan merasa aman.” (lihat Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim [5/350] cet. Maktabah at-Taufiqiyah)
[4] Meluruskan Niat
Diantara jalan keselamatan juga adalah dengan senantiasa berusaha meluruskan niat dalam beramal. Yaitu hendaklah kita ikhlas dan mencari keridhaan Allah, bukan mencari pujian, mencari ketenaran, atau demi menggapai ambisi-ambisi dunia.
[1] Berpegang Teguh Dengan Sunnah
Berpegang teguh dengan Sunnah dan menjauhi bid’ah adalah jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan hakiki.
Dari Muhammad bin Sirin rahimahullah. Beliau berkata :
Sesungguhnya suatu kaum telah meninggakan menimba ilmu dan meninggalkan pula majelis-majelis para ulama. Kemudian mereka menyibukkan diri dengan sholat dan puasa sampai-sampai kulit salah seorang diantara mereka mengering di atas tulangnya.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Allah ta’ala berfirman,
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
“Dialah [Allah] Yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benaruntuk menampakkannya/memenangkannya di atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik tidak suka.” (QS. At-Taubah: 33)
oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
Syaikh al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan :
Definisi thaharah secara bahasa dan secara istilah. Thaharah secara bahasa artinya adalah kesucian dan kebersihan. Adapun secara istilah syari’at artinya adalah terangkatnya hadats atau hilangnya khobats/najis.
Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Dahulu dikatakan: Bahwa seorang hamba akan senantiasa berada dalam kebaikan, selama jika dia berkata maka dia berkata karena Allah, dan apabila dia beramal maka dia pun beramal karena Allah.” (lihat Ta’thir al-Anfas min Hadits al-Ikhlas, hal. 592)
Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata kepada seseorang sembari menasihatinya, “Hati-hatilah kamu wahai saudaraku, dari riya’ dalam ucapan dan amalan. Sesungguhnya hal itu adalah syirik yang sebenarnya. Dan jauhilah ujub, karena sesungguhnya amal salih tidak akan terangkat dalam keadaan ia tercampuri ujub.” (lihat Ta’thir al-Anfas, hal. 578)
Bismillah.
Berikut ini kami sampaikan informasi rencana kegiatan yang insya Allah akan dijalankan pada 1 semester ke depan.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.