Jangan Terpedaya Dengan Prestasimu!

Sans-titre-2

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata :

لا يغتر الإنسان ! لا يغتر بصلاحه واستقامته ويأمن من الزيغ ! كم زاغ من مؤمن ومن مسلم ومن عالم… الله جل وعلا أزاغهم لما حصل منهم ما حصل من المخالفات.

فلا يأمن الإنسان على نفسه ويزكي نفسه ويقول لا بد أنا ما عليّ أنا مؤمن وأنا عالم، ثم يأمن من الزيغ ويخالط الأشرار ويستمع للأشرار وينظر في الفتن ويزعم أنه يعرف وأنه مؤمن لا ينخدع، ما يأمن على نفسه…

« قلوب العباد بين أصبعبن من أصابع الرحمن »، لا يأمن على نفسه… والخليل عليه السلام يقول {واجنبني وبني أن نعبد الأصنام}، {رب إنهن أضللن كثيرا من الناس}.

الإنسان لا يأمن على نفسه الفتنة وسوء الخاتمة ولو كان من أصلح الناس.. لا يضمن لنفسه حسن الخاتمة ولو كان من أصلح الناس، لا يقنط من رحمة الله ولو كان من أكفر الناس، فقد يمن الله عليه بالتوبة فيموت على الإسلام فيدخل الجنة لأنه ما دام على قيد الحياة فإنه معرض لهذا وهذا، الأعمال بالخواتيم.

Janganlah seorang insan terpedaya oleh dirinya sendiri!

(lebih…)

Laksana Air Bagi Seekor Ikan

air-bersih

Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata, “Bagi seorang yang jatuh cinta, nama kekasih yang dicintainya tentu tidak akan lenyap dari dalam hatinya. Seandainya dia dibebani untuk melupakan kekasihnya dari ingatannya niscaya dia tidak mampu melakukannya. Seandainya dibebani untuk menahan lisan dari menyebut-nyebutnya niscaya dia pun tidak sanggup bersabar menahannya.” (lihat Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, hal. 560)

(lebih…)

Konsekuensi Kalimat Tauhid

jendela

Ada yang berkata kepada al-Hasan, “Sebagian orang mengatakan: Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah maka dia pasti masuk surga.”? Maka al-Hasan menjawab, “Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaha illallah kemudian dia menunaikan konsekuensi dan kewajiban darinya maka dia pasti masuk surga.” (lihat Kitab at-Tauhid; Risalah Kalimat al-Ikhlas wa Tahqiq Ma’naha oleh Imam Ibnu Rajab rahimahullah, hal. 40)

(lebih…)

Dakwah Rasul Mengajak Kepada Tauhid dan Keimanan

way

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah pantas bagi seorang manusia yang diberikan Allah kepadanya al-Kitab, hukum dan kenabian lantas berkata kepada manusia: Jadilah kalian sebagai pemuja diriku sebagai tandingan untuk Allah. Akan tetapi jadilah kalian rabbani dengan sebab apa yang kalian ajarkan berupa al-Kitab dan apa yang kalian pelajari. Dan tidaklah dia memerintahkan kalian untuk menjadikan malaikat dan nabi-nabi sebagai sesembahan. Apakah dia hendak memerintahkan kalian kafir setelah kalian memeluk Islam?” (QS. Ali ‘Imran: 79-80)

(lebih…)

Ridha Terhadap Syari’at Allah

hukum

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah pantas bagi seorang lelaki yang beriman, demikian pula perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara lantas masih ada bagi mereka pilihan yang lain dalam urusan mereka. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

(lebih…)

Pengertian Tauhid Uluhiyah

kalimat-tauhid

Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhahullah menerangkan, “Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba, seperti dalam hal doa, istighotsah/memohon keselamatan, isti’adzah/meminta perlindungan, menyembelih, bernadzar, dan lain sebagainya. Itu semuanya wajib ditujukan oleh hamba kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya dalam hal itu/ibadah dengan sesuatu apapun.” (lihat Qathfu al-Jana ad-Dani, hal. 56)

(lebih…)

Akidah Yang Benar dan Kokoh

images

oleh Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Akidah yang benar adalah akidah yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akidah yang beliau dakwahkan.

Beliau ‘alaihish sholatu was salam telah menerangkan, bahwa, “Umat ini sepeninggal beliau akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga kelompok; semuanya di neraka kecuali satu.” Mereka/para sahabat bertanya, “Siapakah satu kelompok itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Siapa pun yang berada di atas ajaran sebagaimana ajaranku dan para sahabatku pada hari ini.” (HR. Abu Dawud dalam as-Sunnah [4597], Ahmad [4/102], dan ad-Darimi dalam as-Siyar [2518])

(lebih…)

Hakikat dan Keutamaan Tauhid

grand

[1] Misi Utama Dakwah Para Nabi dan Rasul

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul [yang berseru]: Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. An-Nahl: 36)

(lebih…)