Iman kepada Para Rasul

Iman kepada para rasul mencakup empat perkara :

Pertama : Mengimani bahwa risalah yang mereka sampaikan adalah benar dari sisi Allah ta’ala. Barangsiapa mengingkari risalah salah satu diantara para rasul itu sesungguhnya dia telah mengingkari/kufur terhadap semuanya.

(lebih…)

Kunci Pokok Keberuntungan

Bismillah.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, surat al-‘Ashr menyimpan begitu banyak pelajaran berharga. Sampai-sampai Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Seandainya manusia mau merenungkan kandungan surat ini niscaya hal itu akan cukup untuk mereka.” (lihat catatan kaki Ithaful ‘Uqul bi Syarhi ats-Tsalatsah al-Ushul, hal. 23 dan keterangan Syaikh Yahya al-Hajuri hafizhahullah dalam Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, hal. 10)

(lebih…)

Orang-Orang Yang Beruntung

Di dalam Hilyatul Auliyaa’ disebutkan sebuah perkataan dari Tsabit al-Bunani rahimahullah, beliau mengatakan, “Beruntunglah orang yang mengingat saat datangnya kematian. Tidaklah seorang hamba memperbanyak ingat kematian melainkan pasti akan terlihat pengaruhnya pada amal-amalnya.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, 1/23-24)

(lebih…)

Merajut Makna Penghambaan

Hakikat Ibadah

Hakikat ibadah itu adalah ketundukan dan perendahan diri. Apabila disertakan bersamanya kecintaan dan kepatuhan maka jadilah ia ibadah secara syar’i. Dalam tinjauan syari’at, ibadah itu adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dengan dilandasi rasa cinta, harap, dan takut (lihat at-Tam-hiid, cet. Dar al-Minhaj, hal. 22)

(lebih…)