Menyatukan, Bukan Memecah Belah…

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Allah berfirman (yang artinya), “Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah…” (Ali ‘Imran : 103)

Para ulama memiliki pendapat yang saling melengkapi dalam memahami maksud ayat tersebut. Diantaranya, Ibnu ‘Abbas menafsirkan ‘Berpegang-teguhlah dengan agama Allah’. Ibnu Mas’ud mengatakan ‘Yang dimaksud tali Allah adalah al-jama’ah/persatuan kaum muslimin’. Mujahid dan ‘Atha’ mengatakan ‘Yang dimaksud adalah perjanjian dengan Allah’. Qatadah dan as-Suddi menafsirkan, ‘Maksudnya adalah al-Qur’an’. Muqatil bin Hayan mengatakan, ‘Yang dimaksud adalah perintah Allah dan ketaatan kepada-Nya’ (lihat Tafsir al-Baghawi, hal. 229)

(lebih…)

Penerapan Hudud dan HAM

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya :

هل تطبيق الحدود الشرعية على من يستحق هذه الحدود من المجرمين وقطَّاع الطريق والخارجين على الجماعة، هل يعتبر معارضة لحقوق الإنسان وبني أَدَم؟

Apakah penerapan hudud syar’iyah kepada orang yang layak menerimanya dari kalangan para penjahat, perampok, dan orang-orang yang keluar dari jama’ah/pemberontak; apakah hal-hal ini termasuk bertentangan dengan hak-hak asasi manusia (HAM) dan hak-hak anak Adam?

(lebih…)

Islam dan Keadilan

scales of justice

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, pembicaraan seputar keadilan adalah bahasan yang amat menarik dan perlu untuk kita cermati bersama. Keadilan menjadi dambaan setiap insan, demikian pula masyarakat dalam suatu negara.

(lebih…)