Jalan Keluar dari Fitnah

Bismillah.

Alhamdulillah berikut ini sebuah video rekaman kajian bersama Syaikh Prof. Dr. Sulaiman bin Abdullah Abal Khail hafizhahullah -salah seorang ulama besar di Saudi Arabia dan rektor Universitas Islam Muhammad bin Su’ud- dengan tema ‘Fitnah, Hakikat dan Jalan untuk Berlindung darinya Berdasarkan al-Kitab dan as-Sunnah’.

(lebih…)

Sikap Seorang Muslim dalam Menghadapi Fitnah

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya :

فضيلة الشَّيخ! يقول: قرأت فِي أحد الكُتب الشَّرعيَّة خُطورة الفتن، وأنَّها تخرج في آخر الزَّمان وتكثُر؛ فما موقف المسلم عند كَثْرة الفتن؟.

فقالَ: 

Syaikh yang mulia, seorang penanya mengatakan : Saya membaca dalam salah satu buku tentang agama mengenai bahaya dari fitnah-fitnah, dan bahwasanya ia akan muncul di akhir zaman dan semakin merajalela. Lantas bagaimanakah sikap seorang muslim ketika menghadapi banyaknya fitnah itu?

(lebih…)

Merdeka dengan Tauhid!

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Umat manusia merasa gembira dengan sebuah kemerdekaan. Merdeka dari penjajahan dan penindasan artinya adalah bebas dari belenggu dan kehinaan. Oleh sebab itu begitu banyak perjuangan dan pengorbanan yang diberikan demi terwujudnya kemerdekaan.

(lebih…)

Diantara Jari Jemari Allah

Imam Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya dari Syahr bin Hausyab, dia berkata : Aku berkata kepada Ummu Salamah, “Wahai Ibunda kaum beriman, apakah doa yang paling banyak dibaca oleh  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di sisimu?” maka beliau menjawab, “Doa yang paling sering beliau baca adalah ‘Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘ala diinik’ yang artinya ‘Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu’.” Ummu Salamah mengatakan : Aku pun berkata, “Wahai Rasulullah, betapa seringnya anda berdoa dengan membaca ‘Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘ala diinik’?! Maka beliau pun menjawab, “Wahai Ummu Salamah, tidaklah ada seorang anak Adam melainkan hatinya berada diantara dua jari dari jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki akan Allah luruskan, dan siapa yang Allah kehendaki maka Allah akan simpangkan.” Mu’adz -seorang periwayat- pun membaca ayat (yang artinya), “Wahai Rabb kami, janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami.” Hadits ini disahihkan al-Albani (lihat Sahih Sunan Tirmidzi, 3/447)

(lebih…)

Beramal Sebelum Datangnya Fitnah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersegaralah beramal sebelum datangnya fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Pada pagi hari seorang masih beriman tetapi di sore harinya menjadi kafir. Atau pada sore hari beriman tetapi keesokan harinya menjadi kafir. Dia menjual agamanya demi mencari perhiasan/kesenangan dunia.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)

(lebih…)