Mengenal Tauhid dan Sebagian Keutamaannya
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan lanjutan rekaman kajian Ushul Tsalatsah -tiga landasan utama- karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Bagian 1.
Keutamaan Tauhid
Sumber Kebaikan
Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Tidak ada suatu perkara yang memiliki dampak yang baik serta keutamaan beraneka ragam seperti halnya tauhid. Karena sesungguhnya kebaikan di dunia dan di akherat itu semua merupakan buah dari tauhid dan keutamaan yang muncul darinya.” (lihat al-Qaul as-Sadid fi Maqashid at-Tauhid, hal. 16)
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan lanjutan rekaman kajian Tazkiyatun Nafs bersama Ustadz Amir As-Soronji, Lc hafizhahullah. Kajian ini diadakan di Masjid At-Taqwa Kadipiro (200 m barat perempatan Wirobrajan, utara jalan Wates). Pada kesempatan ini beliau membahas tentang al-Wala’ wal Bara’ -loyalitas dan kebencian- yang berkaitan dengan masalah aqidah Islam.
Kesimpulan Kaidah Pertama
Di dalam kaidah pertama dari kitab Qawa’id Arba’, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memberikan penegasan kepada kita mengenai :
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kalimat tauhid adalah cabang keimanan yang paling utama. Memahami kandungan kalimat tauhid ini sangat penting bagi setiap muslim. Diantara para ulama yang membahas kandungan dari kalimat tauhid adalah Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitab beliau Risalah Kalimatul Ikhlas.
Bagian 2.
Awal Risalah
Penulis rahimahullah berkata, “Ketahuilah –semoga Allah membimbingmu untuk taat kepada-Nya– bahwa al-Hanifiyah yaitu agama Ibrahim adalah anda beribadah kepada Allah semata dengan memurnikan agama untuk-Nya. Sebagaimana firman Allah ta’ala (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat : 56).”
Bersyukur Terhadap Nikmat Allah
Penulis -Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab- berkata, “Dan semoga Allah menjadikan kamu termasuk orang yang apabila diberi nikmat maka dia bersyukur.”
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Sesungguhnya kebanyakan orang apabila diberi nikmat maka mereka justru kufur dan mengingkarinya, bahkan mereka menggunakannya bukan dalam ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla, sehingga hal itu menjadi sebab kebinasaan diri mereka. Adapun orang yang bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmat kepadanya. Allah berfirman (yang artinya), “Dan ingatlah ketika Rabb kalian telah mengumumkan jika kalian bersyukur pasti Aku akan tambahkan nikmat kepada kalian.” (Ibrahim : 7).” (lihat Syarh al-Fauzan, hal. 8)
Hadits Pertama :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iman terdiri dari tujuh puluh lebih cabang, dan rasa malu adalah salah satu cabang keimanan.” (HR. Bukhari no. 9 dan Muslim no. 35)
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan lanjutan rekaman kajian Ushul Tsalatsah -tiga landasan utama- karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.