Ustaz Amir – Panduan Sholat Tarawih
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah tautan untuk mengunduh rekaman kajian kitab Majalis Syahri Ramadhan karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dengan tema :
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah tautan untuk mengunduh rekaman kajian kitab Majalis Syahri Ramadhan karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dengan tema :
Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata, “Bagi seorang yang jatuh cinta, nama kekasih yang dicintainya tentu tidak akan lenyap dari dalam hatinya. Seandainya dia dibebani untuk melupakan kekasihnya dari ingatannya niscaya dia tidak mampu melakukannya. Seandainya dibebani untuk menahan lisan dari menyebut-nyebutnya niscaya dia pun tidak sanggup bersabar menahannya.” (lihat Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, hal. 560)
Bismillah.
Alhamdulillah, tidak henti-hentinya semestinya kita memuji Allah. Memuji Allah adalah bagian dari syukur kepada-Nya. Oleh sebab itu para ulama mengatakan, bahwa ‘alhamdulillah’ adalah kalimat dari setiap orang yang bersyukur. Diantara nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat hidayah. Tahukah anda berapa besar nilai hidayah itu?
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, tidaklah samar bagi kita bahwa Allah menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya. Meskipun demikian perkara yang samar bagi kebanyakan manusia ialah bagaimana tata-cara yang benar dalam beribadah kepada-Nya. Sebab banyak orang ingin beribadah kepada Allah dengan versi yang mereka kehendaki, bukan dengan versi yang Allah kehendaki.
Bismillah.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah. amma ba’du.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, tidaklah samar bagi kita bahwa agama Islam ini memiliki dasar-dasar dan pondasi. Ibarat sebuah bangunan megah maka Islam juga ditopang oleh pondasi yang kuat dan kokoh.
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah rekaman nasihat dari Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah yang berisi tausiyah mengenai keadaan salafus shalih yang mengkhawatirkan amal salihnya tidak diterima oleh Allah.
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan tautan untuk mengunduh rekaman khutbah oleh Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah dengan tema ‘Memanfaatkan Bulan Ramadhan dengan Berbagai Amal Salih’.
Dari Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu’anha, beliau menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seorang lelaki untuk memimpin serombongan pasukan. Kebiasaan lelaki itu pada saat membaca -surat- dalam sholat ketika mengimami teman-temannya adalah selalu mengakhiri bacaannya dengan Qul huwallahu ahad. Ketika mereka telah kembali, hal itu pun diceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda, “Tanyakanlah kepadanya. Mengapa dia melakukan hal itu?”. Lantas mereka bertanya kepadanya. Lelaki itu menjawab, “Karena ia adalah sifat ar-Rahman (Allah), oleh sebab itu aku sangat cinta membacanya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Sampaikanlah kabar kepadanya, bahwa Allah pun mencintai dirinya.” (HR. Bukhari dalam Kitab at-Tauhid [7375] dan Muslim dalam Kitab Sholat al-Musafirin [813])
Ibnul Qayyim rahimahullah menuturkan :
Beruntunglah orang yang bersikap inshof/objektif kepada Rabbnya. Sehingga dia mengakui kebodohan yang meliputi ilmu yang dia miliki. Dia pun mengakui berbagai penyakit yang berjangkit di dalam amal perbuatannya. Dia juga mengakui akan begitu banyak aib pada dirinya sendiri. Dia juga mengakui bahwa dirinya banyak berbuat teledor dalam menunaikan hak Allah. Dia pun mengakui betapa banyak kezaliman yang dia lakukan dalam bermuamalah kepada-Nya.
Dalam risalah al-Qawa’id al-Arba’, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menyatakan, “…Apabila anda telah mengetahui bahwasanya Allah menciptakan anda untuk beribadah kepada-Nya, ketahuilah bahwa sesungguhnya ibadah tidaklah dinamakan sebagai ibadah kecuali apabila disertai dengan tauhid. Sebagaimana halnya sholat tidak dinamakan sholat kecuali jika disertai dengan thaharah/bersuci. Apabila syirik mencampuri ibadah rusaklah ibadah itu, seperti halnya hadats yang menimpa pada thaharah.”