Jalan Islam untuk Meraih Kemuliaan
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada hamba dan utusan-Nya, nabi akhir zaman dan pembawa lentera hidayah bagi segenap insan. Amma ba’du.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada hamba dan utusan-Nya, nabi akhir zaman dan pembawa lentera hidayah bagi segenap insan. Amma ba’du.
Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa melakukan amal salih dari kalangan lelaki atau perempuan dalam keadaan beriman, maka Kami benar-benar akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik, dan Kami akan memberikan kepada mereka balasan pahala mereka dengan lebih baik daripada apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (an-Nahl : 97)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, Islam adalah agama yang penuh dengan ajaran kebaikan dan rahmat bagi umat manusia. Tidak ada suatu kebaikan melainkan telah ditunjukkan olehnya dan tidak ada suatu keburukan melainkan telah diperingatkan olehnya.
Bagian 3.
Keutamaan Ilmu
Nikmat Menimba Ilmu
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah ar-Rajihi hafizhahullah mengatakan, “Sesungguhnya menimba
ilmu adalah nikmat yang sangat agung. Dan sebuah anugerah dari Rabb kita subhanahu wa ta’ala. Karena menimba ilmu itu adalah salah satu bentuk ketaatan yang paling utama, dan salah satu ibadah yang paling mulia. Sampai-sampai para ulama mengatakan, “Sesungguhnya menimba ilmu adalah lebih utama daripada ibadah-ibadah sunnah.” Artinya adalah bahwa memfokuskan diri dalam rangka menimba ilmu itu lebih utama daripada memfokuskan diri untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti sholat sunnah, puasa sunnah, dan lain sebagainya…” (lihat Minhatul Malik al-Jalil, 1/5)
Bismillah
Segala puji bagi Allah atas segala nikmat yang dicurahkan oleh-Nya kepada kita. Kenikmatan yang sedemikian banyak sampai kita pun tidak mungkin bisa menghingganya. Nikmat dari Allah yang menuntut ketulusan dan kejujuran hati seorang hamba akan anugerah dan pemberian Rabbnya kepada dirinya.
Setiap muslim mengharap agar amalnya diterima di sisi Allah. Namun, perlu diingat bahwa sekedar harapan tidaklah cukup. Harapan harus dibarengi dengan usaha dan upaya.
Bahagia. Setiap insan tentu mendambakannya. Tidak ada orang yang ingin hidup sengsara dan larut dalam kesedihan serta kegalauan yang tak berkesudahan. Namun, bahagia itu sendiri telah menjadi perkara yang samar bagi banyak manusia.
Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata :
Kita membaca di akhir-akhir surat Al-Fatihah (yang artinya), “Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Bukhari)
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia. Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain, karena hal itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya.” (Al-An’am : 153)