Bismillah.

Ya, pertanyaan di atas cukup sederhana. Akan tetapi di balik pertanyaan ini tersimpan banyak kejadian dan latar-belakang perjuangan hidup umat manusia. Jika anda seorang pedagang mungkin akan muncul jawaban beragam berkisar tokoh-tokoh bisnis dunia. Jika anda seorang pemuda mungkin akan muncul nama-nama tokoh pahlawan pejuang kemerdekaan pembela rakyat yang tertindas.

Sosok Pangeran Diponegoro adalah nama yang tidak asing bagi bangsa ini. Seorang pejuang Islam yang melawan penjajahan dan ketidakadilan. Semangat beliau dalam membebaskan rakyat Mataram dari penjajahan dibuktikan dengan pertarungan dan peperangan fisik. Kita pun pernah mendengar nama Bung Tomo yang menyerukan perjuangan melawan penjajah yang ingin merebut kemerdekaan negeri ini. Pekikan takbir Bung Tomo membakar semangat pemuda negeri ini untuk membela tanah airnya dari cengkeraman penjajahan…

Islam adalah agama kasih sayang. Agama yang mengajarkan kepada kita untuk menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman. Oleh ebab itu lah Allah mengutus para nabi dan rasul untuk menyerukan tauhidullah; yaitu pengesaan Allah dalam beribadah. Tidak tunduk mengamba dengan kecintaan dan pengagungan kecuali kepada-Nya. Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Kami utus sebelum kamu seorang rasul pun melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada ilah/sesembahan yang benar kecuali Aku, maka sembahlah Aku saja.” (al-Anbiyaa’ : 25)

Inilah bentuk keadilan tertinggi. Mempersembahkan ibadah dengan segala bentuknya kepada Allah dan meninggalkan syirik kepada-Nya. Allah berfirman (yang artinya), “Dan Rabbmu telah menetapkan bahwa janganlah kalian beribadah kecuali hanya kepada-Nya…” (al-Israa’ : 23)

Dengan demikian Allah telah memandu kehidupan umat manusia dengan diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab. Allah berfirman (yang artinya), “Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (an-Nahl : 36)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah panutan dan teladan terbaik bagi manusia. Yang dengan mengikuti petunjuk dan ajaran beliau maka kita akan mendapatkan kecintaan Allah dan ampunan dari-Nya. Allah berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Jika kalian mengaku mencintai Allah maka ikutilah aku (rasul) niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (Ali ‘Imran : 31)

Ketaatan kepada Rasul merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah. Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada Rasul itu maka sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (an-Nisaa’ : 80)

Tidakkah anda ingat nikmat al-Qur’an yang telah diturunkan kepada manusia sejak ratusan tahun yang silam. Sebuah peradaban Islam yang mulia yang mengentaskan manusia dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya hidayah. Mengikuti petunjuk Kitabullah adalah jalan menuju kebahagiaan yang sejati. Allah berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya dia tidak akan tersesat dan tidak pula celaka.” (Thaha : 123)

Jika kita berbicara tentang kecintaan maka kecintaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bagian dari aqidah Islam dan kekuatan iman. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لا يُؤمِنُ أحَدُكُم حتَّى أكونَ أحَبَّ إليه مِن والِدِه وولَدِه والنَّاسِ أجمَعينَ

“Tidaklah sempurna/lurus iman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan manusia seluruhnya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu)

Siapa pun tokoh idola anda, maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia paling utama dan paling wajib untuk kita jadikan sebagai panutan dan teladan terbesar. Kepada beliau lah kita ber-uswah. Sebaik-baik petunjuk jalan adalah petunjuk jalan yang beliau berikan.

Cinta yang kita maksud bukanlah cinta buta yang membuat seorang muslim justru mengangkat nabi melebihi kedudukan dan statusnya sebagai hamba dan utusan Allah. Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya dari sikap dan perilaku ithraa’/yaitu memuji secara berlebihan sebagaimana yang dilakukan oleh Nashara kepada Isa putra Maryam ‘alaihis salam. Seorang muslim bersholawat iya, tetapi kita tidak membuat sholawat-sholawat baru yang beliau dan para sahabatnya pun tidak mengajarkannya!!

Apakah kita merasa kecintaan kita lebih hebat dan lebih ‘canggih’ daripada kecintaan Abu Bakar dan Umar kepada Nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam? Seorang Abu Bakar radhiyallahu’anhu yang memiliki kualitas iman sebagaimana dikatakan oleh Umar bin Khattab, “Seandainya iman Abu Bakar ditimbang dengan iman seluruh manusia -setelah para nabi- niscaya lebih berat imannya Abu Bakar.”

Ya, kita tidak ragu untuk mengatakan bahwa panutan kita adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu’anhum ajma’iin. Golongan manusia yang telah dipuji oleh di dalam Taurat dan Injil sebelum mereka terlahir di atas muka bumi. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya…Allah pun mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka berupa keimanan dan kejujuran… Tentu kita tidak akan ridha jika para sahabat nabi itu dicaci-maki dan direndahkan di hadapan sejarah umat manusia…

Kita akan mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu bahwa, “Kami adalah suatu kaum yang telah Allah muliakan dengan Islam; maka apabila kami berupaya mencari kemuliaan dengan selain cara/jalan Islam niscaya Allah akan merendahkan kami.” Ini adalah pedoman sekaligus nasihat bagi siapa pun yang mendambakan kejayaan kaum muslimin.

Apabila sebagian orang di masa ini lebih kagum kepada Karl Marx, Aristoteles, Plato, dan lain sebagainya lantas dia campakkan generasi terbaik itu di belakang punggung-punggung mereka; maka sungguh malangnya keadaan mereka ini. Apakah Anda jauh lebih mempercayai perkataan filosof Yunani daripada sabda Nabi?! Cerita batman, spiderman, superman, doraemon hingga ksatria baja hitam; itukah yang lebih anda unggulkan untuk mendidik putra-putri penerus perjuangan Islam? Subhanallah… mereka lupakan para kesatria sejati di perang Badar dan mereka hanya ingat akan kesaktian Sun Go Kong atau keampuhan Wiro Sableng yang sekedar fiksi belaka!!

Wahai kaum muslimin, sampai kapan kita terus dininabobokkan dengan kepalsuan demi kepalsuan…

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *