Salah Satu Bentuk Syirik Yang Samar

Shirk_front_1

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata, “Aku heran dengan orang-orang yang mengetahui sanad/riwayat hadits dan kesahihannya. Mereka lebih suka condong kepada pendapat Sufyan -yaitu Sufyan ats-Tsauri, wafat 161 H-. Padahal Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hendaklah merasa takut orang-orang yang menyimpang dari perintah/ajarannya karena mereka itu akan tertimpa fitnah.” (QS. An-Nuur: 63). Tahukah kamu apa itu fitnah? Fitnah itu adalah syirik. Karena bisa jadi ketika dia menolak sebagian sabda beliau kemudian muncul dalam hatinya suatu penyimpangan sehingga membuatnya celaka.” (lihat al-Mulakhash fi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 297)

(lebih…)

Sembahlah Rabb Kalian!

6334145030_a62b51db88_z

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian; yaitu yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa. Dzat yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap serta yang menurunkan dari langit air [hujan] maka Allah keluarkan dengan sebab air itu berbagai buah-buahan sebagai rizki untuk kalian. Oleh sebab itu janganlah kalian menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan, sementara kalian mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 21-22)

(lebih…)

Tujuan Utama Dakwah Islam

dakwah

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau menuturkan bahwa tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu ke negeri Yaman, maka beliau berpesan kepadanya, “Sesungguhnya engkau akan mendatangi sekelompok orang dari kalangan Ahli Kitab, maka jadikanlah perkara pertama yang kamu serukan kepada mereka syahadat laa ilaha illallah.” Dalam sebagian riwayat disebutkan, “Supaya mereka mentauhidkan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(lebih…)

Konsekuensi Kalimat Tauhid

jendela

Ada yang berkata kepada al-Hasan, “Sebagian orang mengatakan: Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah maka dia pasti masuk surga.”? Maka al-Hasan menjawab, “Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaha illallah kemudian dia menunaikan konsekuensi dan kewajiban darinya maka dia pasti masuk surga.” (lihat Kitab at-Tauhid; Risalah Kalimat al-Ikhlas wa Tahqiq Ma’naha oleh Imam Ibnu Rajab rahimahullah, hal. 40)

(lebih…)

Dakwah Rasul Mengajak Kepada Tauhid dan Keimanan

way

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah pantas bagi seorang manusia yang diberikan Allah kepadanya al-Kitab, hukum dan kenabian lantas berkata kepada manusia: Jadilah kalian sebagai pemuja diriku sebagai tandingan untuk Allah. Akan tetapi jadilah kalian rabbani dengan sebab apa yang kalian ajarkan berupa al-Kitab dan apa yang kalian pelajari. Dan tidaklah dia memerintahkan kalian untuk menjadikan malaikat dan nabi-nabi sebagai sesembahan. Apakah dia hendak memerintahkan kalian kafir setelah kalian memeluk Islam?” (QS. Ali ‘Imran: 79-80)

(lebih…)

Ridha Terhadap Syari’at Allah

hukum

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah pantas bagi seorang lelaki yang beriman, demikian pula perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara lantas masih ada bagi mereka pilihan yang lain dalam urusan mereka. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

(lebih…)

Perusak-Perusak Tauhid dan Keikhlasan

rusak

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ketahuilah, bahwasanya keikhlasan seringkali terserang oleh penyakit ujub. Barangsiapa yang ujub dengan amalnya maka amalnya terhapus. Begitu pula orang yang menyombongkan diri dengan amalnya maka amalnya menjadi terhapus.” (lihat Ta’thir al-Anfas, hal. 584)

(lebih…)

Hakikat dan Keutamaan Tauhid

grand

[1] Misi Utama Dakwah Para Nabi dan Rasul

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul [yang berseru]: Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. An-Nahl: 36)

(lebih…)