Berita dan Cerita

Banyak orang lebih menyukai media yang menampilkan berita atau cerita. Diakui atau tidak, hal ini timbul karena tabiat manusia yang cenderung menikmati kabar masa kini atau masa lalu. Tabiat ini membawa manusia untuk menjadikan berita dan kisah itu sebagai bagian dari ‘hiburan’, dan yang lebih penting lagi bahwa darinya kita bisa memetik hikmah dan pelajaran.

(lebih…)

Sekedar Catatan

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Tidak henti-hentinya semestinya kita bersyukur kepada Allah. Sebab setiap detik waktu yang kita lalui adalah berkat nikmat dan karunia-Nya. Setiap tetes air yang kita minum, setiap hembusan nafas yang kita lakukan, dan setiap detak jantung yang kita rasakan.

(lebih…)

Untuk Apa Aku Hidup?

Tidak sedikit kita jumpai orang yang masih bingung dalam menjalani hidup. Sampai-sampai sebagian orang berputus-asa dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Kemajuan teknologi dan materi tidak secara otomatis menyadarkan manusia tentang tujuan hidupnya. Banyak orang yang kaya raya dan memiliki akses ke pusat-pusat ilmu dan dakwah, tetapi seolah pintu menuju ke sana tertutup dan tidak bisa dimasuki olehnya. Di sinilah pentingnya kita sebagai muslim untuk menyadari hakikat dan tujuan hidup di dunia.

(lebih…)

Rezeki Ma’rifat

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Setiap kali disebutkan kata ‘rezeki’ banyak orang berpikiran seputar harta dan kenikmatan dunia. Tidak dipungkiri bahwa rezeki semacam itu adalah rezeki; yang dengannya seorang bisa menjadi golongan kaum bertakwa ketika dia mau menyisihkan sebagian rezeki itu di atas jalan ketaatan dan perjuangan menegakkan agama Islam.

(lebih…)

Cahaya di Atas Perjalanan

Pengantar

Bismillah.

Segala puji bagi Allah karena dengan taufik-Nya semata kami bisa ikut menimba ilmu dan mengenal dakwah tauhid. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada nabi kita Muhammad, para sahabatnya dan pengikut setia mereka hingga akhir masa. Amma ba’du.

(lebih…)

Mengakui Kebodohan

Ibnul Qayyim rahimahullah menuturkan :

Beruntunglah orang yang bersikap inshof/objektif kepada Rabbnya. Sehingga dia mengakui kebodohan yang meliputi ilmu yang dia miliki. Dia pun mengakui berbagai penyakit yang berjangkit di dalam amal perbuatannya. Dia juga mengakui akan begitu banyak aib pada dirinya sendiri. Dia juga mengakui bahwa dirinya banyak berbuat teledor dalam menunaikan hak Allah. Dia pun mengakui betapa banyak kezaliman yang dia lakukan dalam bermuamalah kepada-Nya.

(lebih…)