Jalan-Jalan Keselamatan [3]
[3] Merealisasikan Tauhid
Demikian pula, merealisasikan tauhid dalam kehidupan. Ini juga merupakan jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan yang sejati.
[3] Merealisasikan Tauhid
Demikian pula, merealisasikan tauhid dalam kehidupan. Ini juga merupakan jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan yang sejati.
[2] Lebih Mengutamakan Akhirat
Diantara jalan keselamatan adalah dengan mengejar keutamaan akhirat yang abadi dan tidak lebih mengutamakan kesenangan dunia yang fana.
[1] Berpegang Teguh Dengan Sunnah
Berpegang teguh dengan Sunnah dan menjauhi bid’ah adalah jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan hakiki.
Nasihat Ke-1: Tidak Boleh Fanatik Buta
Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya:
Apa hukum orang yang mencintai seorang alim/ulama atau da’i lalu dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sangat mencintai beliau. Aku tidak senang mendengar siapa pun yang melontarkan bantahan kepadanya. Aku akan selalu mengambil pendapat/ucapan-ucapannya; meskipun bertentangan dengan dalil. Karena syaikh ini tentu lebih mengetahui dalil daripada kita’?
Alhamdulillah. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah. Amma ba’du.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, hidup ini adalah ujian.
Allah menguji hamba-hamba-Nya dengan berbagai bentuk keadaan. Bencana, musibah, kesempitan, dan kesusahan; ini adalah sebagian bentuk ujian. Di sisi lain, ada pula kesenangan, kelapangan, kekayaan; ini pun bentuk lain daripada cobaan.
Dari Muhammad bin Sirin rahimahullah. Beliau berkata :
Sesungguhnya suatu kaum telah meninggakan menimba ilmu dan meninggalkan pula majelis-majelis para ulama. Kemudian mereka menyibukkan diri dengan sholat dan puasa sampai-sampai kulit salah seorang diantara mereka mengering di atas tulangnya.
Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Dahulu dikatakan: Bahwa seorang hamba akan senantiasa berada dalam kebaikan, selama jika dia berkata maka dia berkata karena Allah, dan apabila dia beramal maka dia pun beramal karena Allah.” (lihat Ta’thir al-Anfas min Hadits al-Ikhlas, hal. 592)
Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata kepada seseorang sembari menasihatinya, “Hati-hatilah kamu wahai saudaraku, dari riya’ dalam ucapan dan amalan. Sesungguhnya hal itu adalah syirik yang sebenarnya. Dan jauhilah ujub, karena sesungguhnya amal salih tidak akan terangkat dalam keadaan ia tercampuri ujub.” (lihat Ta’thir al-Anfas, hal. 578)
al-Hasan rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya seorang hamba senantiasa akan berada dalam kebaikan selama dia masih memiliki ‘penasihat’ dari dalam hatinya dan bermuhasabah menjadi salah satu agenda yang paling ia tekuni.” (lihat Muhasabat an-Nafs wa al-Izra’ ‘alaiha karya Imam Ibnu Abi ad-Dunya, hal. 25)
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan beberapa kumpulan untaian nasihat para ulama sunnah. Mudah-mudahan bisa memberikan penyegaran dan semangat kepada kita.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba mendapatkan anugerah yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (HR. Bukhari dan Muslim)