Berpegang Teguh Dengan Jalan Beragama Salafus Shalih
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Ikutilah tuntunan, dan jangan membuat ajaran-ajaran baru, karena sesungguhnya kalian telah dicukupkan.” (lihat Da’a’im Minhaj Nubuwwah, hal. 46)
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Ikutilah tuntunan, dan jangan membuat ajaran-ajaran baru, karena sesungguhnya kalian telah dicukupkan.” (lihat Da’a’im Minhaj Nubuwwah, hal. 46)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullah berkata :
الثمرة من العلم هو العمل به والانتفاع به، فإذا لم يعمل الإنسان بعلمه ولا ينتفع به صار كاليهود، كمثل الحمار يحمل أسفارا، نسأل الله السلامة والعافية
Buah dari ilmu adalah beramal dengannya dan memetik faidah darinya. Oleh sebab itu, apabila seorang insan tidak mengamalkan ilmunya dan tidak bisa mengambil manfaat dari ilmu itu, maka dia menjadi serupa dengan Yahudi, seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Kita memohon kepada Allah keselamatan dan kebaikan.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan :
عن الزبير بن عدي قال أتينا أنس بن مالك فشكونا إليه ما نلقى من الحجاج فقال اصبروا فإنه لا يأتي عليكم زمان إلا الذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم سمعته من نبيكم صلى الله عليه وسلم
Dari az-Zubair bin Adi, dia berkata : Kami pernah mendatangi Anas bin Malik lalu kami mengeluhkan kepadanya mengenai apa-apa yang kami dapatkan dari al-Hajjaj -berupa tekanan dan kekejaman, pent-, maka beliau berpesan, “Sabarlah kalian, karena sesungguhnya tidaklah datang kepada kalian suatu zaman, kecuali zaman yang sesudahnya lebih buruk daripada sebelumnya, sampai kalian bertemu dengan Rabb kalian. Aku mendengarnya dari Nabi kalian shallallahu’alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Fitan)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا ، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا “
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu’anhuma, dia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu secara langsung dari hamba-hamba-Nya. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama. Sampai apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ulama maka orang-orang pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh; mereka pun ditanya dan berfatwa tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-‘Ilmi)
Segala puji bagi Allah, salawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada hamba dan rasul-Nya, para sahabatnya, dan para pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Dalam sebuah atsar/riwayat dari ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu, beliau pernah mengatakan, “Kami adalah suatu kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, kapan saja kami mencari kemuliaan itu dari selainnya, maka kami pasti dihinakan.” Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak, dan beliau mensahihkannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang diberikan suatu anugerah yang lebih baik dan lebih lapang daripada sabar.” (HR. Muslim) (lebih…)
Bismillah.
Berikut ini kami hadirkan kepada segenap pembaca, sebuah tautan untuk mengunduh khutbah jum’at yang disampaikan oleh Syakh Su’ud as-Syuraim hafizhahullah -salah seorang imam dan khotib Masjidil Haram- dalam khutbahnya di Masjidil Haram tahun 1417 H. Semoga bermanfaat.
Khutbah ini berjudul ‘al-Ibtilaa’ [ujian].
Sa’id bin Jubair rahimahullah, salah seorang ulama besar Islam. Beliau meriwayatkan hadits dari Ibnu ‘Abbas, Abdullah bin Mughaffal, ‘Aisyah, ‘Adi bin Hatim, Abu Musa al-Asy’ari, Abu Hurairah, dan lain-lain radhiyallahu’anhum.
Segala puji bagi Allah, yang mencurahkan segala nikmat, yang menetapkan takdir, dan yang menerima taubat. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan rasul-Nya, sang pembawa lentara hidayah kepada segenap manusia. Amma ba’du.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah…
Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menyampaikan dalam sebuah ceramahnya yang berjudul ‘Urgensi Tauhid’, suatu ungkapan yang sangat indah dan sekaligus menjadi nasihat bagi para da’i, pejuang dakwah, dan segenap umat Islam.