Adab-Adab Penimba Ilmu. Bagian 1
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada hamba dan utusan-Nya, demikian pula kepada kepada segenap sahabatnya. Amma ba’du.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada hamba dan utusan-Nya, demikian pula kepada kepada segenap sahabatnya. Amma ba’du.
Hidup adalah perjalanan waktu. Berlalunya waktu berarti berlalu pula sebagian dari hidup itu. Ahmad bin Masruq rahimahullah berkata, “Engkau sedang menjalani proses menghancurkan umurmu semenjak keluar dari perut ibumu.” (lihat Aina Nahnu min Ha’ula’i, 2/22)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Tidaklah diragukan bagi segenap insan, bahwa hidup di alam dunia ini adalah cobaan. Allah berfirman (yang artinya), “Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” (Al-Mulk : 2)
Imam Bukhari rahimahullah berkata :
باب فضل العلم وقول الله تعالى يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات والله بما تعملون خبير وقوله عز وجل وقل رب زدني علما
Bab. Keutamaan Ilmu, dan firman Allah ta’ala (yang artinya), “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu berderajat-derajat. Dan Allah terhadap apa yang kalian kerjakan Maha Mengetahui.” Dan firman-Nya (yang artinya), “Dan katakanlah; Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (lihat Shahih al-Bukhari, Kitab al-‘Ilmi)
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.
dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan cahaya dan kegelapan, yang mengeluarkan kaum beriman dari kegelapan menuju cahaya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada penutup nabi dan rasul, pembawa petunjuk Islam kepada segenap insan akhir zaman.
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Riyadhus Shalihin mengawali tulisan beliau dengan bab mengenai ikhlas dan menghadirkan niat dalam segala ucapan dan perbuatan yang lahir maupun yang batin.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia. Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain, karena hal itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya.” (Al-An’am : 153)
Allah jalla wa ‘ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Apakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.” (Az-Zumar : 9)
Disebutkan dalam salah satu hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa-apa yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik dan syahwat yang samar/tersembunyi.” (Ash-Shahihah : 508)