Allah Yang Lebih Mengetahui

Bismillah.

Salah satu jawaban yang sering diucapkan oleh para ulama ketika ditanya mengenai suatu perkara dan mereka belum berani menjawabnya adalah perkataan ‘Allahu a’lamu’ yang artinya, “Allah Yang lebih mengetahui.” Ya, ucapan ini serupa dengan perkataan mereka ‘laa adri’ yang artinya, “Saya tidak mengetahui.” Sebagian ulama mengatakan bahwa laa adri itu sepertiga ilmu. Ada juga yang mengatakan bahwa ucapan ‘laa adri’ itu separuh dari ilmu.

(lebih…)

Mengenal Tauhid [Bagian 6]

Bismillah.

Alhamdulillah pada kesempatan ini kita bisa berjumpa kembali dalam seri Mengenal Tauhid dengan memetik faidah dan pelajaran dari Kitab Tauhid. Pada beberapa seri sebelumnya telah kita bahas kandungan ayat pertama yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah; yaitu yang berisi penjelasan tujuan penciptaan jin dan manusia.

(lebih…)

Dzikir Bukti Cinta

Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata, “Bagi seorang yang jatuh cinta, nama kekasih yang dicintainya tentu tidak akan lenyap dari dalam hatinya. Seandainya dia dibebani untuk melupakan kekasihnya dari ingatannya niscaya dia tidak mampu melakukannya. Seandainya dibebani untuk menahan lisan dari menyebut-nyebutnya niscaya dia pun tidak sanggup bersabar menahannya.” (lihat Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, hal. 560)

(lebih…)

Mengenal Tauhid [Bagian 3]

Bismillah.

Pada bagian sebelumnya telah kita bawakan ayat yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah di bagian awal Kitab Tauhidnya, yaitu ayat dalam surat adz-Dzariyat ayat 56 (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” Dimana ayat yang mulia ini berisi penjelasan tujuan penciptaan jin dan manusia; bahwa kita diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya.

(lebih…)

Cerdas Berlandas Ikhlas

oleh : M. Iqbal hafizhahullah – pengurus Ma’had Umar Bin Khattab Yogyakarta –

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan hambaNya untuk beribadah secara IKHLAS, dalam firmanNya :

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ خُنَفَاءَ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan (ikhlas) ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus” (al-Bayyinah : 5)

(lebih…)