Memupuk Ketakwaan

Bismillah.

Takwa dan iman digambarkan seperti sebatang pohon. Ia memiliki akar, cabang, dan buah. Akar ketakwaan tertanam di dalam hati dan bercabang dalam bentuk amal-amal ketaatan serta membuahkan amal salih dan kebaikan demi kebaikan.

(lebih…)

Tertutupnya Aib Karunia dari Allah

oleh : Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah

Beliau berkata :

قال عبد الله بن شوذب رحمه الله:

«اجْتَمَعَ قَوْمٌ فَتَذَاكَرُوا أَيُّ النِّعَمِ أَفْضَلُ؟ فَقَالَ رَجُلٌ: مَا سَتَرَ اللهُ بِهِ بَعْضَنَا عَنْ بَعْضٍ، قَالَ: فَيرَوْنَ أَنَّ قَوْلَ ذَلِكَ أَرْجَحُ»

حلية الأولياء لأبي نعيم (6/131).

ألا ما أجلها من نعمة، ولو كُشف الستر لبانت عيوب وتَبدَّت ذنوب، لكن نسأل الذي سترها أن يغفرها إنّه ستّير غفور.

Abdullah bin Syaudzab rahimahullah mengatakan :

(lebih…)

Dua Poros Penghambaan

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, ibadah menduduki posisi yang sangat agung di dalam agama. Karena ibadah kepada Allah merupakan hikmah dan tujuan penciptaan. Orang-orang yang mulia di sisi Allah adalah yang beribadah kepada-Nya dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya. Di sinilah kita perlu memahami dengan baik makna ibadah.

(lebih…)

Rezeki Ma’rifat

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Setiap kali disebutkan kata ‘rezeki’ banyak orang berpikiran seputar harta dan kenikmatan dunia. Tidak dipungkiri bahwa rezeki semacam itu adalah rezeki; yang dengannya seorang bisa menjadi golongan kaum bertakwa ketika dia mau menyisihkan sebagian rezeki itu di atas jalan ketaatan dan perjuangan menegakkan agama Islam.

(lebih…)

Mengikuti Hawa Nafsu

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata :

Tidaklah bermanfaat bagi seorang insan apabila dia beribadah kepada Allah hanya dengan modal perasaan sehingga hal itu tidak dilandasi dengan dalil/pedoman syari’at. Karena sesungguhnya perbuatan semacam itu merupakan sikap mengikuti hawa nafsu.

(lebih…)