Dua Akar Penghambaan

35

Secara bahasa ibadah bermakna perendahan diri dan ketundukan (lihat Fath al-Majid Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 17, at-Tauhid al-Muyassar, hal. 53). Oleh sebab itu orang arab menyebut jalan yang biasa dilalui orang dengan istilah thariq mu’abbad (lihat Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim [1/34]). Yaitu jalan yang telah dihinakan, karena telah banyak diinjak-injak oleh telapak kaki manusia (lihat al-Irsyad ila Shahih al-I’tiqad, hal. 34). Sehingga, ibadah bisa diartikan dengan perendahan diri, ketundukan, dan kepatuhan (lihat at-Tanbihat al-Mukhtasharah Syarh al-Wajibat, hal. 28).

(lebih…)

Memberikan Nasihat Kepada Orang-Orang Berilmu

nasiha_250562928

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

Diantara kelompok pemimpin kaum muslimin yang paling agung adalah para ulama. Bersikap nasihat [menginginkan kebaikan] kepada ulama kaum muslimin adalah dengan cara menyebarkan kebaikan-kebaikan mereka. Menahan diri dari keburukan-keburukan mereka. Bersemangat agar mereka bisa menepati kebenaran dengan sebenar-benarnya.

(lebih…)

Kewajiban Menimba Ilmu Agama

29887_123533410992281_117688614910094_308143_3011549_n

oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Dalam sebagian kesempatan, Syaikh menjelaskan :

فمن المعلوم عند جميع المسلمين، وعند أهل العلم بالأخص، أن التفقه في الدين وتعلم العلم الشرعي من أهم الواجبات، ومن أهم الفروض لعبادة الله جل وعلا خلق الخلق ليعبدوه، وأرسل الرسل لذلك، وأمر العباد بذلك

Salah satu perkara yang telah diketahui secara luas oleh segenap kaum muslimin dan juga oleh para ulama secara khusus ialah bahwasanya menambah pemahaman dalam ilmu agama serta menimba ilmu syar’i merupakan salah satu kewajiban yang paling penting, bahkan ia termasuk kewajiban yang paling utama untuk bisa beribadah kepada Allah jalla wa ‘ala; dimana Allah telah ciptakan makhluk untuk beribadah kepada-Nya serta mengutus segenap rasul dengan misi ini, dan Allah perintahkan semua hamba untuk merealisasikannya.

(lebih…)

Tidak Boleh Meremehkan Ilmu Tauhid

1274784666soude

oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Sebagian orang menyepelekan ilmu tauhid dengan alasan bahwa semua orang sudah mengetahuinya. Syaikh Shalih al-Fauzan menegaskan, bahwa tidak boleh seorang muslim meremehkan ilmu tauhid dan dakwah tauhid.

Karena dakwah tauhid ini adalah dakwah segenap nabi dan rasul. Semua rasul ‘alaihimus salam menyerukan dan mengutamakan dakwah tauhid. Sebab, bagaimana mungkin seorang bisa menjadi muslim tanpa memahami tauhid?

(lebih…)

Cara Salafus Shalih Menyambut Ramadhan

shiyam

oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Syaikh al-Fauzan pernah ditanya :

ما هو حال السلف الصالح -رضي الله عنهم ورحمهم- في استقبال هذا الشهر العظيم؟ كيف كان هديهم؟ وكيف كان سمتهم ودلهم؟ وكيف يكون استعداد المسلم لاغتنام هذه الليالي التي هو الآن يعيشها، وهذه الأيام؟ الاستعداد العلمي بمعرفة أحكام الصيام، ومعرفة المفطرات، ومعرفة أحكامه، وبعض الناس يغفل عن هذه الأشياء فلا يتفقه في أمر الصيام، وأيضًا لا يتفقه الفقه الواجب في أمر الصيام، فهل ينبه الشيخ -حفظه الله- على هذا الأمر؟

Bagaimanakah keadaan salafus shalih –radhiyallahu’anhum wa rahimahum– dalam menyambut bulan yang agung ini? Bagaimanakah bimbingan mereka? Bagaimanakah kebiasaan dan sikap mereka?

(lebih…)