Tiga Pondasi Amalan Hati

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Aqidah Islam sangat memperhatikan perihal amalan hati. Hati merupakan asas bagi perbuatan. Baiknya hati membuahkan baiknya ucapan dan amal anggota badan. Oleh sebab itu termasuk kesalahan dalam beragama adalah ketika perhatian kepada amal lahiriah tidak disertai perhatian kepada amal batin. Sampai-sampai dikatakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, bahwa hakikat takwa itu adalah ketakwaan hati, bukan sekedar ketakwaan anggota badan.

(lebih…)

Pendahulu Umat Ini

Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam. Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji manusia; siapakah diantara mereka yang terbaik amalnya. Salawat beriring salam semoga terlimpah kepada nabi dan para sahabatnya beserta pengikut setia mereka. Wa ba’du. (lebih…)

Sikap Seorang Muslim dalam Menghadapi Fitnah

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya :

فضيلة الشَّيخ! يقول: قرأت فِي أحد الكُتب الشَّرعيَّة خُطورة الفتن، وأنَّها تخرج في آخر الزَّمان وتكثُر؛ فما موقف المسلم عند كَثْرة الفتن؟.

فقالَ: 

Syaikh yang mulia, seorang penanya mengatakan : Saya membaca dalam salah satu buku tentang agama mengenai bahaya dari fitnah-fitnah, dan bahwasanya ia akan muncul di akhir zaman dan semakin merajalela. Lantas bagaimanakah sikap seorang muslim ketika menghadapi banyaknya fitnah itu?

(lebih…)

Menyatukan, Bukan Memecah Belah…

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Allah berfirman (yang artinya), “Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah…” (Ali ‘Imran : 103)

Para ulama memiliki pendapat yang saling melengkapi dalam memahami maksud ayat tersebut. Diantaranya, Ibnu ‘Abbas menafsirkan ‘Berpegang-teguhlah dengan agama Allah’. Ibnu Mas’ud mengatakan ‘Yang dimaksud tali Allah adalah al-jama’ah/persatuan kaum muslimin’. Mujahid dan ‘Atha’ mengatakan ‘Yang dimaksud adalah perjanjian dengan Allah’. Qatadah dan as-Suddi menafsirkan, ‘Maksudnya adalah al-Qur’an’. Muqatil bin Hayan mengatakan, ‘Yang dimaksud adalah perintah Allah dan ketaatan kepada-Nya’ (lihat Tafsir al-Baghawi, hal. 229)

(lebih…)