Hadirilah Kajian Jogjakarta, bersama :
AL-USTADZ NUZUL ZIKRI, LC (Pemateri Radio Rodja 756 AM )
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-‘Ashr : 1-3)
Hadirilah Kajian Jogjakarta, bersama :
AL-USTADZ NUZUL ZIKRI, LC (Pemateri Radio Rodja 756 AM )
Syaikh Abdullah bin Ibrahim al-Qar’awi hafizhahullah pernah ditanya :
ما هو الواجب على العبد معرفته عن الإسلام؟
“Apakah yang wajib bagi seorang hamba untuk dia mengerti tentang Islam?”
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Seorang tabi’in bernama Yazid al-Faqir (al-faqir artinya ‘si bungkuk’) menuturkan:
Dahulu aku sempat terseret dalam salah satu pendapat sekte Khawarij -yaitu berkeyakinan bahwa pelaku dosa besar kekal di neraka, dan orang yang sudah masuk neraka tidak bisa lagi keluar darinya, pent-.
Suatu ketika, kami bersama serombongan orang berangkat menunaikan ibadah haji. Kemudian, kami keluar di hadapan orang-orang -untuk menyerukan pemikiran Khawarij dan menghasut manusia untuk mengikutinya, pent-.
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Ikutilah tuntunan, dan jangan membuat ajaran-ajaran baru, karena sesungguhnya kalian telah dicukupkan.” (lihat Da’a’im Minhaj Nubuwwah, hal. 46)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullah berkata :
الثمرة من العلم هو العمل به والانتفاع به، فإذا لم يعمل الإنسان بعلمه ولا ينتفع به صار كاليهود، كمثل الحمار يحمل أسفارا، نسأل الله السلامة والعافية
Buah dari ilmu adalah beramal dengannya dan memetik faidah darinya. Oleh sebab itu, apabila seorang insan tidak mengamalkan ilmunya dan tidak bisa mengambil manfaat dari ilmu itu, maka dia menjadi serupa dengan Yahudi, seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Kita memohon kepada Allah keselamatan dan kebaikan.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا ، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا “
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu’anhuma, dia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu secara langsung dari hamba-hamba-Nya. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama. Sampai apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ulama maka orang-orang pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh; mereka pun ditanya dan berfatwa tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-‘Ilmi)
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami hadirkan link/tautan untuk mengunduh sebuah kitab yang bagus dalam pembahasan manhaj/metode beragama yang pada asalnya adalah bagian dari disertasi S3, karya dari Syaikh Mafrah bin Sulaiman al-Qusi hafizhahullah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, ilmu kaidah bahasa arab adalah ilmu yang sangat penting. Sebab, Allah menurunkan al-Qur’an -yang itu merupakan kalam-Nya- sebagai pedoman hidup kita; sementara al-Qur’an itu berbahasa arab.
Segala puji bagi Allah. Rabb seru sekalian alam. Yang telah menciptakan manusia untuk menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik amalnya. Yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan di atas seluruh agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.