Faidah Dari Kisah Yazid al-Faqir

saxiixm

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Seorang tabi’in bernama Yazid al-Faqir (al-faqir artinya ‘si bungkuk’) menuturkan:

Dahulu aku sempat terseret dalam salah satu pendapat sekte Khawarij -yaitu berkeyakinan bahwa pelaku dosa besar kekal di neraka, dan orang yang sudah masuk neraka tidak bisa lagi keluar darinya, pent-.

Suatu ketika, kami bersama serombongan orang berangkat menunaikan ibadah haji. Kemudian, kami keluar di hadapan orang-orang -untuk menyerukan pemikiran Khawarij dan menghasut manusia untuk mengikutinya, pent-.

(lebih…)

Buah Ilmu, Untaian Nasihat Ulama

560drinkkiwi

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullah berkata :

الثمرة من العلم هو العمل به والانتفاع به، فإذا لم يعمل الإنسان بعلمه ولا ينتفع به صار كاليهود، كمثل الحمار يحمل أسفارا، نسأل الله السلامة والعافية

Buah dari ilmu adalah beramal dengannya dan memetik faidah darinya. Oleh sebab itu, apabila seorang insan tidak mengamalkan ilmunya dan tidak bisa mengambil manfaat dari ilmu itu, maka dia menjadi serupa dengan Yahudi, seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Kita memohon kepada Allah keselamatan dan kebaikan.

(lebih…)

Bagaimana Ilmu Dicabut

oldpaper

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا ، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا “

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu’anhuma, dia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu secara langsung dari hamba-hamba-Nya. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama. Sampai apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ulama maka orang-orang pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh; mereka pun ditanya dan berfatwa tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-‘Ilmi)

(lebih…)