Dua Poros Penghambaan

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, ibadah menduduki posisi yang sangat agung di dalam agama. Karena ibadah kepada Allah merupakan hikmah dan tujuan penciptaan. Orang-orang yang mulia di sisi Allah adalah yang beribadah kepada-Nya dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya. Di sinilah kita perlu memahami dengan baik makna ibadah.

(lebih…)

Kapan Turun Kewajiban Puasa Ramadhan

oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam. Allah yang telah mensyari’atkan puasa dalam rangka membersihkan jiwa dari berbagai kotoran dosa. Semoga salawat dan salam terlimpah kepada nabi kita Muhammad; sebaik-baik orang yang menunaikan sholat dan puasa, yang terus-menerus dalam kebaikan dan istiqomah. Semoga pujian dan salam juga tercurah kepada keluarganya, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia beliau hingga hari kiamat. Wa ba’du.

(lebih…)

Menyatukan, Bukan Memecah Belah…

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Allah berfirman (yang artinya), “Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah…” (Ali ‘Imran : 103)

Para ulama memiliki pendapat yang saling melengkapi dalam memahami maksud ayat tersebut. Diantaranya, Ibnu ‘Abbas menafsirkan ‘Berpegang-teguhlah dengan agama Allah’. Ibnu Mas’ud mengatakan ‘Yang dimaksud tali Allah adalah al-jama’ah/persatuan kaum muslimin’. Mujahid dan ‘Atha’ mengatakan ‘Yang dimaksud adalah perjanjian dengan Allah’. Qatadah dan as-Suddi menafsirkan, ‘Maksudnya adalah al-Qur’an’. Muqatil bin Hayan mengatakan, ‘Yang dimaksud adalah perintah Allah dan ketaatan kepada-Nya’ (lihat Tafsir al-Baghawi, hal. 229)

(lebih…)

Beberapa Catatan Seputar Tauhid

> Pengertian Tauhid :

Tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-Nya. Tauhid terbagi tiga; mentauhidkan Allah dalam hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. Tauhid rububiyah maksudnya mengesakan Allah sebagai satu-satunya pencipta, penguasa dan pemelihara alam semesta. Tauhid uluhiyah artinya mengesakan Allah dalam beribadah; menujukan ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. Tauhid asma’ wa shifat adalah mengesakan Allah dalam hal nama-nama dan sifat-sifat-Nya.

(lebih…)

Kaitan Ibadah, Tauhid, dan Syirik

Dalam risalah al-Qawa’id al-Arba’, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menyatakan, “…Apabila anda telah mengetahui bahwasanya Allah menciptakan anda untuk beribadah kepada-Nya, ketahuilah bahwa sesungguhnya ibadah tidaklah dinamakan sebagai ibadah kecuali apabila disertai dengan tauhid. Sebagaimana halnya sholat tidak dinamakan sholat kecuali jika disertai dengan thaharah/bersuci. Apabila syirik mencampuri ibadah rusaklah ibadah itu, seperti halnya hadats yang menimpa pada thaharah.”

(lebih…)