Tiga Pondasi Amalan Hati

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Aqidah Islam sangat memperhatikan perihal amalan hati. Hati merupakan asas bagi perbuatan. Baiknya hati membuahkan baiknya ucapan dan amal anggota badan. Oleh sebab itu termasuk kesalahan dalam beragama adalah ketika perhatian kepada amal lahiriah tidak disertai perhatian kepada amal batin. Sampai-sampai dikatakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, bahwa hakikat takwa itu adalah ketakwaan hati, bukan sekedar ketakwaan anggota badan.

(lebih…)

Tahqiq Tauhid

Bismillah.

Pembicaraan mengenai tauhid sangat penting dan bermanfaat. Karena tauhid adalah asas agama dan syarat diterimanya semua amalan. Tanpa tauhid, tidak ada amal ibadah yang bermanfaat bagi pelakunya di akhirat kelak. Oleh sebab itu salah satu pelajaran berharga dalam hal tauhid adalah bagaimana cara untuk men-tahqiq/merealisasikan tauhid itu.

(lebih…)

Takdir Berkehendak Lain

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah ditanya :

Syaikh yang mulia -semoga Allah berikan taufik-Nya kepada anda- apa hukum ucapan orang yang mengatakan, “Takdir menghendaki begini..” misalnya dia mengatakan, “Aku ingin berkunjung kepadanya. Akan tetapi takdir menghendaki lain sehingga aku tidak bisa datang.”

(lebih…)

Faidah Tafsir al-Fatihah [bagian 7]

Materi :

– Isti’anah dan Tawakal kepada Allah

– Pengertian dan Keutamaan Tawakal

– Larangan Bertawakal kepada Makhluk

Isti’anah kepada Allah

Isti’anah (meminta pertolongan kepada Allah) adalah bagian dari ibadah. Meskipun demikian di dalam al-Fatihah ia disebutkan secara khusus setelah ibadah. Allah berfirman (yang artinya), “Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan/beristi’anah.” Hal ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan hamba untuk memohon pertolongan Allah dalam menjalankan semua ibadah. Karena sesungguhnya apabila Allah tidak menolongnya niscaya dia tidak akan bisa meraih apa yang dia kehendaki; apakah dalam hal melaksanakan perintah atau pun menjauhi larangan (lihat keterangan Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah dalam Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 39)

(lebih…)