Penistaan Agama

Pendustaan dan penistaan kepada agama Islam dan pembawa ajarannya adalah kenyataan yang telah dihadapi oleh para nabi dan rasul. Allah berfirman (yang artinya), “Demikianlah, tidaklah datang kepada orang-orang sebelum mereka seorang rasul pun melainkan mereka berkata -tentangnya- bahwa dia/rasul itu adalah tukang sihir atau orang gila.” (adz-Dzariyat : 52)

(lebih…)

Beribadah dengan Ikhlas

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya dengan hanif, dan supaya mereka mendirikan sholat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.” (al-Bayyinah : 5)

(lebih…)

Pemadam Fitnah

Adalah Thalq bin Habib rahimahullah -salah seorang ulama terdahulu- mengatakan, “Jagalah diri kalian dari fitnah dengan takwa.” Ada yang bertanya kepadanya, “Gambarkan kepada kami takwa itu seperti apa?” maka beliau menjawab, “Yaitu kamu melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah seraya mengharap pahala dari Allah, dan kamu meninggalkan maksiat kepada Allah di atas cahaya dari Allah seraya takut akan azab Allah.” Atsar ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Abi Dun-ya, dan lain-lain (lihat Mauqif al-Muslim minal Fitan, oleh Syaikh Dr. Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul hafizhahullah, hal. 92)

(lebih…)

Karakter Pengikut Manhaj Salaf

Para pengikut manhaj salaf memandang semestinya nasihat untuk pemerintah diberikan secara rahasia. Mereka juga memandang tidak bolehnya membuat perpecahan di tengah kaum muslimin dengan mengobral aib dan keburukan penguasa atau menyebarluaskannya dan menebarkan rasa kebencian antara pemimpin dengan rakyatnya. Oleh sebab itu para pembela manhaj salaf memandang diharamkannya aksi-aksi demonstrasi dan unjuk rasa.

(lebih…)