Bismillah.
Alhamdulillah yang dengan taufik-Nya semata kita dapat melanjutkan kembali seri pembahasan ayat-ayat tauhid yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah dalam Kitab Tauhid.
Kita masuk pada bab yang baru yaitu tentang beristi’adzah kepada selain Allah.
Penulis rahimahullah membawakan firman Allah :
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْأِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقاً
“Dan sesungguhnya dahulu ada sekelompok lelaki dari bangsa manusia meminta perlindungan kepada sebagian lelaki dari kalangan jan; maka hal itu membuat mereka semakin bertambah ketakutan/sesat.” (al-Jin : 6)
Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah menukil tafsiran dari Ibnu ‘Abbas :
كان رجال من الإنس يبيت أحدهم بالوادي في الجاهلية فيقول: أعوذ بعزيز هذا الوادي، فزادهم ذلك إثما
Dahulu sekelompok lelaki dari kalangan manusia -salah satu diantara mereka- bermalam di suatu lembah di masa jahiliyah lalu dia pun berkata/berdoa, “Aku berlindung kepada jin pembesar/penguasa lembah ini” maka hal itu justru menambahkan kepada mereka dosa/yaitu mereka semakin tersesat (lihat Tafsir ath-Thabari [klik])
Diantara tafsiran ulama salaf mengenai kalimat ‘fa zaaduuhum rahaqaa’ adalah hal itu membuat mereka/jin semakin bertambah lancang kepada manusia, bisa dilihat dalam Tafsir Ibnu Katsir.
Diantara tafsiran yang dibawakan oleh Ibnu Jarir ath-Thabari terhadap ayat ini :
كانوا في الجاهلية إذا نـزلوا بالوادي قالوا: نعوذ بسيد هذا الوادي، فيقول الجنيون: تتعوّذون بنا ولا نملك لأنفسنا ضرّا ولا نفعا
Dahulu di masa jahiliyah apabila orang-orang singgah di suatu lembah, mereka pun berkata, “Kami berlindung kepada tuan/jin penunggu lembah ini”. Maka para jin pun berkata, “Kalian kok malah minta perlindungan kepada kami, sementara kami tidaklah menguasai bahaya ataupun manfaat untuk diri kami sendiri.” (lihat Tafsir ath-Thabari [klik])
Imam al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan :
ولا خفاء أن الاستعاذة بالجن دون الاستعاذة بالله كفر وشرك
“Tidaklah samar bahwasanya meminta perlindungan kepada jin yaitu dengan tidak ber-isti’adzah kepada Allah termasuk kekafiran dan kesyirikan.” (lihat Tafsir al-Qurthubi [klik])
Isti’adzah adalah bagian daripada ibadah dan doa, sementara ibadah dan doa tidak boleh ditujukan kepada selain Allah. Oleh sebab itu beristi’adzah kepada selain Allah sama hukumnya dengan berdoa kepada selain Allah. Berdoa kepada selain Allah dalam hal yang hanya dikuasai oleh Allah adalah syirik.
Isti’adzah yang dilarang untuk dittujukan kepada selain Allah mencakup permintaan perlindungan secara lahir dan batin. Adapun sekedar amalan lahir meminta perlindungan maka diperbolehkan padanya minta perlindungan kepada makhluk selama hal itu memang dimampui olehnya dan bukan termasuk kekhususan Allah (lihat keterangan Syaikh Shalih alu Syaikh hafizhahullah dalam at-Tam-hid li Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 169-170)
Demikian semoga bermanfaat.
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
Referensi :
at-Tam-hid li Syarh Kitab at-Tauhid [unduh]
Silakan baca seri sebelumnya di sini [buka]
0 Komentar