Bismillah.
Diantara faidah dan pelajaran berharga dari risalah Ushul Tsalatsah adalah wajibnya kita beristighotsah kepada Allah ketika berada dalam kedaan tertimpa kesulitan atau musibah.
Penulis rahimahullah berkata :
وَدَلِيلُ الاسْتِغَاثَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ}
Dalil istighotsah yaitu firman Allah (yang artinya), “Ingatlah ketika kalian beristigostah kepada Rabb kalian maka Dia pun mengabulkan permintaan kalian.” (al-Anfal : 9)
Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa istighotsah adalah meminta keselamatan ketika tertimpa kesulitan atau kesengsaraan (lihat Syarh Tsalatsah al-Ushul, hal. 65)
Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullah menerangkan bahwa istighotsah adalah doa yang dipanjatkan oleh orang yang sedang terkena kesulitan. Ia termasuk bentuk ibadah kepada Allah, oleh sebab itu tidak boleh menujukan istighotsah dalam hal yang menjadi kekhususan Allah kecuali kepada-Nya (lihat Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, hal. 72)
Imam al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan bahwa makna istighotsah adalah meminta keselamatan dan kemenangan (lihat Tafsir al-Qurthubi [klik])
Dari sini kita mengetahui bahwa istighotsah adalah bagian dari doa. Yaitu doa yang dipanjatkan pada saat orang tertimpa kesulitan. Ia memiliki kemiripan dengan isti’adzah dalam hal meminta keselamatan, tetapi isti’adzah itu lebih kepada perlidungan dari suatu keburukan yang dikhawatirkan, sementara istighotsah adalah meminta kepada Allah agar dilepaskan dari kesulitan yang tengah dia alami. Di dalam istighotsah ini terkandung kesempurnaan iftiqar yaitu merasa butuh dan miskin di hadapan Allah serta meyakini bahwa Allah pasti akan mencukupi kebutuhan hamba-Nya, oleh sebab itu istighotsah termasuk bentuk amal yang paling utama (lihat keterangan Syaikh Abdul Muhsin al-Qasim hafizhahullah dalam Taisirul Wushul Syarh Tsalatsah al-Ushul, hal. 146)
Oleh sebab itu termasuk bentuk penyimpangan aqidah dan syirik adalah meminta pertolongan dan keselamatan -terlebih pada saat susah- kepada orang yang sudah mati. Sebagaimana yang dikenal pada sebagian kalangan yang membawakan riwayat palsu, “Jika kalian terlah terhimpit oleh berbagai permasalahan/kesulitan maka hendaklah kalian bersandar/meminta bantuan kepada para penghuni kubur…”
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
Tulisan ini adalah seri ke-33 dari ‘Seri Baru Faidah Kitab Ushul Tsalatsah’
Silakan membaca seri terdahulu di tautan berikut ini [klik]
0 Komentar