Bismillah.

Di dalam surat al-Fatihah yang setiap hari kita baca, terdapat kalimat hamdalah; yaitu yang berbunyi ‘alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin’; “Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.”

الحمد لله رب العالمين 

Syaikh as-Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan :

” الْحَمْدُ لِلَّهِ ” هو الثناء على الله بصفات الكمال, وبأفعاله الدائرة بين الفضل والعدل, فله الحمد الكامل, بجميع الوجوه.
” رَبِّ الْعَالَمِينَ ” الرب, هو المربي جميع العالمين.
وهم من سوى الله, بخلقه إياهم, وإعداده لهم الآلات, وإنعامه عليهم بالنعم العظيمة, التي لو فقدوها, لم يكن لهم البقاء.
فما بهم من نعمة, فمنه تعالى.

‘Segala puji bagi Allah’ yaitu sanjungan kepada Allah karena sifat-sifat kesempurnaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang berkisar antara memberi keutamaan (fadhl) dan menegakkan keadilan (adl). Maka untuk Allah pujian yang sempurna dari segala sisi. ‘Rabb seru sekalian alam’. Robb ialah Yang mentarbiyah/memelihara seluruh alam. Alam adalah segala sesuatu selain Allah; Allah memelihara mereka dalam bentuk penciptaan, Allah pula yang menyiapkan untuk mereka segala sarana kehidupan dan mencurahkan kepada mereka nikmat-nikmat yang sangat agung; yang seandainya mereka tidak mendapatkannya pastilah mereka binasa. Apa pun nikmat yang ada pada diri mereka maka itu semua berasal dari Allah ta’ala. (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman [klik])

Kalimat ‘alhamdulillah’ merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Allah. Seorang hamba memuji Allah atas nikmat yang Allah curahkan kepada kita. Selain itu Allah Maha terpuji karena kesempurnaan nama, sifat, perbuatan dan hukum-hukum-Nya. Allah Maha terpuji atas segala takdir-Nya.

Allah terpuji atas balasan dan pahala yang berlipat ganda yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal salih. Dan ini merupakan bentuk karunia/fadhl yang Allah limpahkan kepada makhluk-Nya. Bahkan Allah pun tetap terpuji atas hukuman yang Allah jatuhkan kepada orang-orang yang durhaka; dan ini merupakan bentuk keadilan/’adl yang Allah tegakkan atas para hamba.

Allah lah satu-satunya pencipta, penguasa dan pengatur alam semesta. Allah pula yang menjaga dan memelihara segenap ciptaan-Nya. Inilah kandungan dari nama ‘Rabb’ dan maksud dari tauhid rububiyah. Wajib bagi kita untuk mengimani bahwa Allah semata yang menciptakan alam ini, yang memberikan rezeki, yang menghidupkan dan mematikan, yang mencurahkan segala nikmat.

Syukur kepada Allah tidak hanya dengan ucapan lisan. Akan tetapi syukur juga mencakup keyakinan hati bahwa semua nikmat itu datang dari Allah dan kita wajib menggunakan nikmat itu dalam ketaatan dan mencari keridhaan-Nya. Tidak boleh menggunakan nikmat itu dalam hal yang membuat Allah murka. Maka diantara tanda kebahagiaan seorang hamba adalah senantiasa bersyukur dan memuji Allah atas nikmat-Nya.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *