Bismillah.
Diantara pelajaran dan faidah yang sangat penting dari risalah Ushul Tsalatsah adalah penegasan bahwa melakukan ibadah kepada selain Allah merupakan bentuk kesyirikan dan kekafiran.
Penulis rahimahullah berkata :
فَمَنْ صَرَفَ مِنْهَا شَيْئًا لِغَيْرِ اللهِ فَهُوَ مشرك كافر
“Barangsiapa yang memalingkan ibadah kepada selain Allah maka dia menjadi musyrik dan kafir.”
Kemudian, beliau membawakan dalilnya :
وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لاَ بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ}
Dalilnya adalah firman Allah (yang artinya), “Dan barangsiapa yang menyeru bersama Allah sesembahan yang lain; sesuatu yang sama sekali tidak ada bukti yang jelas untuknya, maka sesungguhnya hisab/perhitungan untuknya di sisi Rabbnya, sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.” (al-Mu’minun : 117)
Syaikh Khalid al-Mushlih hafizhahullah menjelaskan :
هذا دليل على عدم جواز صرف العبادة لغير الله عز وجل، وأن من صرف شيئاً منها فقد كفر.
“Ini adalah ayat yang menjadi dalil/dasar tidak bolehnya menujukan ibadah kepada selain Allah, dan barangsiapa yang memalingkan sebagian darinya -kepada selain Allah- maka dia menjadi kafir.” (lihat Syarh Tsalatsah al-Ushul karya beliau, dikutip dari situs Maktabah Syamilah [klik])
Adapun dalil yang menunjukkan bahwa berdoa kepada selain Allah adalah syirik diantaranya firman Allah :
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ . إِنْ تَدْعُوهُمْ لا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ
“Dan apa-apa yang kalian seru selain Allah maka mereka itu tidak menguasai walaupun hanya setipis kulit ari. Jika kalian berdoa kepada mereka maka mereka tidak bisa mendengar doa kalian, seandainya mereka mendengar pun mereka tidak akan bisa memenuhi permintaan kalian, dan pada hari kiamat nanti mereka akan mengingkari syirik yang kalian kerjakan, dan tidak ada yang bisa memberitakan kepadamu seperti Dzat Yang Maha Teliti.” (Fathir : 13-14)
Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullah menjelaskan :
سماه الله شركًا, دَلَّ عَلَى أن من دعا غير الله مشرك كافر
“Di dalam ayat itu Allah menyebut perbuatan itu -berdoa kepada selain Allah- sebagai kesyirikan, maka ini menunjukkan bahwa barangsiapa berdoa kepada selain Allah maka dia menjadi musyrik dan kafir…” (lihat Syarh Kitab al-Ushul ats-Tsalatsah oleh beliau, dikutip dari website resmi beliau [klik])
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan :
فالواجب على جميع المكلفين إخلاص العبادة لله وحده: رجاء، وخوفًا، واستعانة، واستغاثة، وذبحًا، ونذرًا، وخشيةً لله، وصلاةً، وصومًا، إلى غير ذلك، كله لله وحده، فمَن تقرب لغير الله -من وليٍّ، أو نبيٍّ، أو صنمٍ، أو شجرٍ، أو حجرٍ- بالدعاء، أو بالذبح، أو بالنذر، أو بالصلاة له، أو بالصوم له، ونحو ذلك، فهو مُشرك بالله، وعبد معه سواه
“Maka wajib bagi segenap mukallaf untuk memurnikan ibadah kepada Allah semata; baik itu berupa harapan, takut, istianah, istighotsah, sembelihan, nadzar, khasy-yah kepada Allah, sholat, puasa dan lain sebagainya semuanya untuk Allah semata. Barangsiapa yang mendekatkan diri/beribadah kepada selain Allah apakah itu kepada wali, nabi, patung, pohon, atau batu; dalam bentuk menujukan doa, sembelihan, nadzar, sholat kepadanya, puasa untuknya dsb. maka dia telah mempersekutukan Allah dan beribadah kepada sesembahan selain-Nya…” (lihat transkrip pelajaran Syarh Ushul Tsalatsah; Syarh Awwal, dikutip dari website resmi beliau [klik])
Dari sini kita mengetahui bahwa ibadah kepada Allah tidak boleh dicampuri dengan syirik dan kekafiran. Keduanya merupakan penghancur amal kebaikan dan penyebab pelakunya keluar dari Islam. Oleh sebab itu para ulama pun menegaskan bahwa ibadah yang benar adalah ibadah yang disertai dengan tauhid, sebagaimana halnya sholat tidak menjadi benar kecuali apabila disertai dengan thaharah/bersuci terlebih dahulu.
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
Tulisan ini merupakan seri ke-23 dari ‘Seri Baru Faidah Kitab Ushul Tsalatsah’
Silakan membaca seri tulisan terdahulu dalam tautan berikut ini [klik]
0 Komentar