Bismillah.

Diantara faidah indah yang terkandung di dalam risalah Ushul Tsalatsah adalah wajibnya memurnikan ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan syirik; karena hal itu adalah konsekuensi dari pengakuan terhadap rububiyah Allah.

Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah membawakan firman Allah dalam surat Fushshilat ayat 37 :

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ 

“Dan diantara ayat-ayat-Nya adalah malam dan siang, matahari dan bulan, maka janganlah kalian sujud kepada matahari dan bulan, bersujudlah kepada Allah yang menciptakan itu semuanya, jika kalian hanya kepada-Nya beribadah.”

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah menjelaskan :

وقوله: ( إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ ) يقول: إن كنتم تعبدون الله, وتذلون له بالطاعة; وإن من طاعته أن تخلصوا له العبادة, ولا تشركوا في طاعتكم إياه وعبادتكموه شيئا سواه, فإن العبادة لا تصلح لغيره ولا تنبغي لشيء سواه

“Firman-Nya (yang artinya), ‘Jika kalian hanya kepada-Nya beribadah’ maksudnya : Jika kalian benar-benar beribadah kepada Allah dan merendahkan diri kepada-Nya dengan penuh ketaatan. Karena sesungguhnya termasuk bagian ketaatan kepada Allah adalah dengan memurnikan ibadah untuk-Nya dan jangan kalian mempersekutukan dalam ketaatan kalian kepada-Nya dengan siapa pun selain-Nya. Karena ibadah tidak boleh dipersembahkan kepada selain-Nya dan tidak pantas ditujukan kepada siapa pun selain Allah.” (lihat Tafsir ath-Thabari)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata :

أي : ولا تشركوا به فما تنفعكم عبادتكم له مع عبادتكم لغيره ، فإنه لا يغفر أن يشرك به

“Artinya janganlah kalian mempersekutukan apa pun dengan-Nya, tidak akan berguna bagi kalian ibadah kalian kepada Allah jika disertai dengan ibadah kepada selain-Nya. Karena sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya.” (lihat Tafsir Ibnu Katsir)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan :

ومن فوائد الآية الكريمة النَّهْي عن السجود للشمس والقمر، لقوله: (( لا تسجدوا للشمس ولا للقمر )) مع أنهما مِن آيات الله لكنَّها مخلوقة، والسجود إنما يكون للخالق

“Diantara faidah dari ayat yang mulia ini adalah larangan dari sujud kepada matahari dan bulan. Karena Allah berfirman (yang artinya), ‘Janganlah kalian sujud kepada matahari dan bulan’. Walaupun keduanya termasuk dari ayat-ayat Allah tetapi ia merupakan makhluk, sedangkan sujud hanya boleh ditujukan kepada al-Khaliq/yang menciptakan makhluk…” (lihat Tafsir al-Qur’an al-Karim)

Hal ini juga menunjukkan kepada kita bahwa sujud termasuk bentuk ibadah fisik yang paling agung. Oleh sebab itu disebutkan dalam hadits bahwa keadaan terdekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah pada saat dia sedang sujud. Karena itulah dianjurkan untuk memperbanyak doa ketika sedang sujud di dalam sholat; terutama sholat sunnah yang dikerjakan sendirian.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com

Tulisan ini adalah seri ke-19 dari ‘Seri Baru Faidah Kitab Ushul Tsalatsah’, silakan lihat lebih lengkap tulisan-tulisan terdahulu melalui tautan berikut [klik]


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *