Penyusun : Aziz Wirabrata, S.T. hafizhahullah
Tulisan ini diringkas tanpa merubah lafadz yang ada dari buku Karya Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A. hafizhahullah yang berjudul Sifat-Sifat Allah Azza Wa Jalla menurut Ahlusunnah, Falasifah dan Ahlul Kalam.
- Urgensi Pertama : Mempelajari Al-Asma Wa-Ash-Shifât adalah Perintah Allah
Allah berulang kali memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mengenal nama-nama-Nya yang agung Perintah ini tentu mengandung makna agar manusia tidak sekadar mengetahuinya, tetapi juga memahami maknanya sesuai kemampuan mereka. sd Dalam al-Qur’an, terdapat banyak ayat yang mengajak untuk mengenal dan memahami Asmaul Husna serta sifat-sifat Allah yang mulia.
Contoh :
Firman Allah,
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Bertakwalah kalian kepada Allah, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 194)
Firman Allah,
فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 209)
- Urgensi Kedua: Mempelajari Al-Asma Wa-Ash-Shifat Merupakan Ilmu Yang Paling Mulia
Mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah termasuk dalam kategori ilmu yang paling mulia, sebagaimana ungkapan,
فَإِنَّ شَرَفَ الْعِلْمِ بِشَرَفِ الْمَعْلُومِ
“Kemuliaan suatu ilmu tergantung pada kemuliaan apa yang dipelajari. “[Ahkam al-Qur’an, karya Ibnul Arabi, (2/338)]
Dalam hal ini, tidak diragukan lagi bahwa ilmu tentang Allah merupakan ilmu yang paling agung, karena membahas tentang Dzat yang paling mulia dan sempurna.
- Urgensi Ketiga: Agar Ibadah Lebih Khusyuk dan Doa Lebih Terhayati
Ketahuilah bahwa,
مَنْ كَانَ بِاللَّهِ أَعْرَفَ، كَانَ مِنْهُ أَخْوَفَ ، وَلِعِبَادَتِهِ أَطْلَبَ، وَعَنْ مَعْصِيَتِهِ أَبْعَدَ
“Barang siapa yang lebih mengenal Allah, maka dia akan lebih takut kepada-Nya, lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada-Nya, dan lebih menjauh dari maksiat kepada-Nya.”
Ahmad bin Ashim al-Anthaki berkata,
مَنْ كَانَ بِاللَّهِ أَعْرَفَ كَانَ مِنَ اللَّهِ أَخْوَفَ
“Barang siapa yang semakin mengenal Allah, maka dia akan semakin takut kepada-Nya.” [Tarikh Dimasyq, karya Ibnu Asakir, (71/224)]
- Urgensi Keempat: Nabi Memberikan Penegasan Terhadap Sifat-Sifat Allah
Nabi Muhammad juga berupaya menanamkan pengenalan terhadap nama-nama dan sifat-sifat Allah ke dalam hati para sahabat, agar mereka benar-benar mengenal Tuhan mereka dengan baik. Karena itu, beliau sering kali menggunakan perumpamaan dan membuat perbandingan, agar umatnya lebih mudah memahami siapa Allah Dari sini, dapat dilihat bahwa Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan Nabi Allah kepada umatnya. memperkenalkan diri-Nya pun turut memperkenalkan Allah kepada umatnya.
- Urgensi Kelima: Munculnya Penyimpangan-Penyimpangan Akidah Karena Dampak Dari Kerancuan Dalam Memahami Al-Asma Wa-Ash-Sifat
Salah satu alasan pentingnya mempelajari akidah adalah agar seorang muslim mampu mengenali berbagai kelompok atau firkah yang menyimpang dari jalan yang lurus. Dengan begitu, dia bisa membentengi diri dan orang lain dari segala bentuk penyelewengan dalam akidah. Terlebih lagi penyimpangan-penyimpangan yang mereka lakukan dahulu masih terus diwariskan dan berkembang biak hingga sekarang, karena setiap kaum memiliki para pewaris.
Maka penyimpangan-penyimpangan akidah yang dilihat hari ini sejatinya merupakan perkembangan dari penyimpangan generasi sebelumnya. Di antara contohnya adalah:
- Pemikiran Kaum Liberal
- Keyakinan Hulul dan Wadatul Wujud
- Keyakinan : Munculnya Nabi Baru Sebuah Kemungkinan
- Maraknya Kesyikiran di Tanah Air
- Mudah mengkafirkan
Keterangan :
Penyusun adalah alumni S-1 Teknik Mesin UGM kemudian belajar ilmu agama kepada para asatidz Ahlus Sunnah di Jogja dan pernah mengikuti daurah para ulama, semoga Allah memberkahi ilmu dan umurnya.
0 Komentar