Bismillah.

Diantara pelajaran berharga yang hendaknya dipahami oleh seorang muslim adalah kewajiban kita beribadah kepada Allah adalah kewajiban yang disertai dengan syarat ikhlas. Sebagaimana ibadah tidak diterima jika tidak sesuai dengan tuntunan, maka ibadah itu pun harus ikhlas untuk Allah semata.

Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan agama untuk-Nya dengan hanif/bertauhid…” (al-Bayyinah : 5). Ibadah kepada Allah mencakup ketundukan kepada perintah Allah dan larangan-Nya. Ada ibadah yang berupa ucapan lisan, ada yang berupa amalan hati dan ada pula ibadah dengan anggota badan.

Allah berfirman (yang artinya), “Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian; Yang menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (al-Baqarah : 21). Ibadah kepada Allah merupakan jalan untuk mewujudkan ketakwaan kepada-Nya. Orang yang paling mulia adalah yang paling tunduk beribadah kepada Allah; yaitu orang-orang yang paling bertakwa.

Thalq bin Habib rahimahullah menjelaskan bahwa takwa adalah anda melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena mengharapkan pahala dari Allah, dan anda meninggalkan maksiat kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena takut akan hukuman Allah. Inilah realisasi ibadah dan penghambaan kepada Allah.

Adapun hakikat ibadah itu sendiri adalah ketundukan dan perendahan diri kepada Allah dengan didasari kecintaan dan pengagungan kepada-Nya. Ibadah yang digerakkan oleh rasa cinta, takut dan harapan. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa ibadah dibangun di atas dua pokok; puncak perendahan diri dan puncak kecintaan.

Karena anda takut akan hukuman dan murka Allah maka anda pun meninggalkan larangan-Nya. Karena anda mengharapkan pahala dan keridhoan-Nya maka anda pun melaksanakan perintah-Nya. Dan karena anda mencintai Allah maka anda pun tunduk mengabdi kepada-Nya dengan penuh ketaatan. Senada dengan hal itu maka tidak heran jika Sa’id bin Jubair rahimahullah menafsirkan ibadah itu dengan ketaatan.

Adapun ikhlas adalah menghendaki Allah dalam segala amal yang dikerjakan. Mengesakan Allah dalam hal niat dan ketaatan. Seorang muslim melakukan amalnya tulus karena Allah. Bukan untuk mencari pujian, kedudukan atau imbalan dari manusia. Allah berfirman dalam hadits qudsi (yang artinya), “Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang melakukan suatu amalan seraya mempersekutukan di dalamnya Aku dengan selain-Ku maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya itu.” (HR. Muslim)

Itulah yang dimaksud dalam firman Allah dalam surat al-Kahfi (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (al-Kahfi : 110). Amal salih yaitu yang sesuai dengan Sunnah/tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak berbuat syirik artinya amal itu harus ikhlas, tidak riya’.

Beribadah kepada Allah dengan ikhlas itulah yang kita kenal dengan istilah tauhid. Tauhid inilah kewajiban terbesar manusia kepada Allah. Tauhid inilah keadilan terbesar. Hak Allah atas segenap hamba. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak Allah atas para hamba adalah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ibadah tidaklah disebut sebagai ibadah kecuali apabila disertai dengan tauhid, sebagaimana halnya sholat tidak disebut sebagai sholat kecuali bersama dengan thaharah/bersuci. Apabila syirik mencampuri suatu ibadah maka ia menjadi rusak sebagaimana keadaan hadats apabila masuk/menimpa pada thaharah…” (lihat risalah al-Qawa’id al-Arba’)

Demikian sedikit catatan semoga bermanfaat bagi kami dan segenap pembaca…

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *