Bismillah.

Diantara faidah penting yang terkandung di dalam risalah Ushul Tsalatsah adalah seruan yang Allah tujukan kepada segenap manusia untuk beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan syirik.

Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah berkata :

وَالرَّبُ هُوَ الْمَعْبُودُ، وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ – الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ} [البقرة: ٢١ – ٢٢] سورة البقرة آية ٢١، ٢٢.

قَالَ ابْنُ كَثِيرٍ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى: الخَالِقُ لهذه الأشياء هو المستحق للعبادة

Rabb itulah yang berhak untuk disembah. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala (yang artinya), “Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian; Yang menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa; Dia la Yang menjadikan untuk kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap serta menurunkan air hujan dari langit sehingga Allah mengeluarkan dengan sebab air itu berbagai buah-buahan/hasil panen sebagai rezeki untuk kalian, maka janganlah kalian menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan dalam keadaan kalian mengetahui.” (al-Baqarah : 21-22). Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Yang menciptakan segala sesuatu inilah yang berhak untuk disembah.”

Seruan ini ditujukan kepada semua orang dari anak keturunan Adam; yaitu Allah perintahkan mereka untuk beribadah kepada-Nya semata dan tidak boleh menjadikan bagi Allah sekutu-sekutu/sesembahan tandingan, dan Allah menjelaskan bahwasanya Allah yang berhak disembah disebabkan hanya Allah yang menciptakan alam semesta ini (lihat Syarh Tsalatsah al-Ushul oleh Syaikh al-Utsaimin, hal. 51 cet. Dar Tsurayya, 1426 H)

Ayat yang dibawakan oleh penulis di atas merupakan ayat pertama di dalam al-Qur’an yang berisi perintah untuk bertauhid (lihat Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah oleh Syaikh ar-Rajihi, hal. 45)

Allah yang telah menjadikan bumi ini terhampar luas sehingga manusia bisa tinggal menetap di atasnya dan memenuhi berbagai kebutuhan hidup mereka. Allah yang menjadikan langit sebagai atap dan dihiasi dengan bintang-bintang yang bisa menjadi penunjuk arah di tengah kegelapan. Allah pula yang menurunkan air hujan dari awan; air yang diberkahi yang kemudian menjadi sebab tumbuhnya buah-buahan, tanaman dan pepohonan sebagai rezeki yang bagus untuk manusia. Oleh sebab itu termasuk bentuk syukur kepada Allah atas nikmat-nikmat ini adalah dengan tidak menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah dalam hal ibadah. Ini adalah dalil aqli yang paling jelas untuk membuktikan keesaan Allah dan batilnya syirik (lihat Taisirul Wushul Syarh Tsalatsah al-Ushul oleh Syaikh al-Qasim, hal. 86-87)

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah dalam tafsirnya menukil tafsiran dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya kalimat ‘sembahlah Rabb kalian’ maknanya adalah ‘tauhidkanlah Ia’ yaitu esakanlah Allah dalam hal ketaatan dan ibadah, jangan kalian tujukan hal itu/ibadah kepada makhluk (lihat Tafsir ath-Thabari [klik])

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan : ‘Sembahlah’ ini adalah kata kerja perintah, maksudnya adalah murnikan ibadah untuk Allah. Mengapa? Karena Dia adalah Rabb kalian, dan ibadah itu tidak pantas diberikan kecuali kepada Rabb yaitu Allah subhanahu wa ta’ala… (lihat Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, hal. 120)

Hal ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa tauhid ini adalah sebuah kewajiban agung yang Allah perintahkan kepada seluruh manusia. Dan tauhid inilah hikmah dan tujuan penciptaan jin dan manusia. Tidaklah diutus seorang rasul dan diturunkan kitab-kitab kecuali untuk mendakwahkan tauhid kepada umat manusia. Maka bagaimana mungkin seorang hamba bisa bahagia hidup di alam dunia tanpa tauhid dan aqidah yang menopang jiwa dan raganya?!

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com

Tulisan ini adalah seri ke-21 dari ‘Seri Baru Faidah Kitab Ushul Tsalatsah’.

Silakan membaca seri tulisan terdahulu dalam tautan berikut ini [klik]


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *