Ilmu Lebih Dulu

Bismillah.

Diantara faidah berharga yang bisa kita petik dari risalah Ushul Tsalatsah karya Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah adalah mengenai pentingnya ilmu agama sebagai landasan bagi ucapan dan amal perbuatan.

Imam Bukhari rahimahullah berkata : Bab, Ilmu sebelum ucapan dan amalan. Dalilnya firman Allah (yang artinya), “Maka ketahuilah bahwa tidak ada ilah/sesembahan yang benar selain Allah dan mintalah ampun atas dosamu.” (Muhammad : 19). Allah memulai dengan ilmu sebelum ucapan dan amalan.

Perkataan Imam Bukhari ini menjadi pondasi bagi setiap muslim. Bahwa ia wajib menimba ilmu untuk bisa meluruskan ucapan dan amal perbuatan. Karena iman itu terdiri dari ucapan dan amalan. Maka tidak akan benar iman kecuali jika dilandasi dengan ilmu.

Di dalam ayat yang dibawakan oleh Imam Bukhari, Allah perintahkan berilmu sebelum beristighfar. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu didahulukan sebelum amal. Ilmu merupakan pokok segala kebaikan di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu para ulama menafsirkan bahwa kebaikan di dunia yang kita minta di dalam doa ‘Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah’; wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia. Kebaikan di dunia itu terkumpul pada 2 perkara ilmu dan ibadah.

Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Manusia jauh lebih banyak membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman. Karena makanan dan minuman dibutuhkan dalam sehari sekali atau dua kali. Adapun ilmu dibutuhkan sebanyak hembusan nafas.”

Di dalam al-Qur’an Allah tidak pernah memerintahkan kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta suatu tambahan kecuali dalam hal ilmu. Setiap hari kita juga berdoa kepada Allah untuk diberi hidayah; yang di dalamnya tercakup ilmu dan amalan. Hidayah adalah kebutuhan hidup kita sehari-hari. Orang yang kehilangan hidayah maka ia akan tersesat dan celaka. Allah berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya dia tidak akan tersesat dan tidak pula celaka.” (Thaha : 123)

Di dalam hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa ilmu menjadi sebab agar lebih mudah masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu (agama) maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Ilmu adalah sebab hidupnya hati. Oleh sebab itu Allah menyebut wahyu al-Qur’an ini sebagai ruh. Karena ia menjadi sebab hidupnya hati. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberi perumpamaan ilmu dan petunjuk yang beliau bahwa seperti hujan yang deras membasahi bumi. Bumi menjadi subur dengan sebab air hujan, maka hati manusia akan hidup dan berkembang dalam kebaikan dengan bimbingan ilmu dan hidayah Allah.

Semoga catatan singkat ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Wallahu a’lam.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com

Tinggalkan komentar