Bismillah.
Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah curahkan kepada kita. Alhamdulillah atas petunjuk Islam yang Allah berikan kepada kita. Alhamdulillah atas nikmat kesehatan yang diberikan kepada kita.
Siang ini kami bertemu dengan seorang bapak, beliau mantan/pensiunan dosen di UGM. Alhamdulillah di usia beliau yang sudah tidak lagi muda dan sudah harus berada di atas kursi roda untuk pergi ke masjid ternyata beliau masih bersemangat untuk datang sholat zhuhur berjama’ah.
Waktu zhuhur memang belum lama masuk dan cuaca pun masih panas terik, tetapi beliau sudah bergegas menuju masjid dengan kursi roda bertenaga litsrik. Tidak lama adzan berkumandang di masjid-masjid sekitar dan beliau pun telah tiba di depan pintu masjid itu. Dalam keadaan yang sudah sepuh dan berkurang kondisi kesehatannya beliau masih memuji Allah atas nikmat yang sedemikian banyak yang beliau terima.
Masih terngiang sayup-sayup kalimat beliau tadi, “Nikmat yang Allah berikan sudah sangat banyak.” Hal itu menunjukkan bagaimana beliau ingin mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah karena masih diberi kemudahan untuk bisa hadir sholat berjama’ah di masjid. Hati ini terketuk oleh kalimat itu. Sebuah ungkapan tulus yang insya Allah muncul dari hati yang penuh dengan kerendahan hati kepada Allah.
Masya Allah… Mungkin sebagian orang dalam kondisi yang sama lisannya akan mengeluh dan mengungkapkan kesedihan. Akan tetapi dengan wajah yang ceria dan lisan yang memuji Allah sang bapak menunjukkan kepada kita bahwa nikmat bisa hadir di masjid adalah nikmat agung yang wajib untuk kita syukuri. Betapa sedikitnya kita menyadari dan mensyukuri nikmat ini…
Apabila seorang bapak tua yang sudah terkendala untuk berjalan kaki ke masjid saja tetap bersemangat dan mensyukuri kehadirannya di masjid untuk sholat maka bagaimana lagi dengan kita yang notabene masih muda dan normal keadaan kaki dan anggota badannya?!
Semoga Allah berikan keberkahan terhadap Bapak tersebut yang telah mengajarkan kepada kita arti sebuah nikmat. Arti penting ibadah kepada Allah dan wajibnya kita untuk menyadari terlalu banyak nikmat Allah yang tidak kita syukuri dengan baik selama ini. Engkau gunakan untuk apa kakimu wahai anak muda? Apakah kau gunakan untuk melangkah ke masjid ketika para mu’adzin menyerukan panggilan akhirat?
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
0 Komentar