Pengumuman Peserta Bahasa Arab al-Muyassar
Bismillah. Berikut ini adalah nama-nama peserta bahasa arab al-Muyassar yang diadakan oleh Forum Studi Islam Mahasiswa/FORSIM periode I tahun 1435 H:
Bismillah. Berikut ini adalah nama-nama peserta bahasa arab al-Muyassar yang diadakan oleh Forum Studi Islam Mahasiswa/FORSIM periode I tahun 1435 H:
Apabila suatu amal tercampuri syirik maka amal itu tidak akan diterima di sisi Allah dan mendatangkan dosa yang amat besar di sisi-Nya. Apabila syirik besar maka seluruh amalan menjadi sia-sia dan tidak diterima, sedangkan apabila syirik kecil maka amalan yang tercampuri itu saja yang tidak diterima dan dia mendapatkan dosa.
Imam Ibnul Mulaqqin rahimahullah berkata, “Mengikhlaskan niat untuk Allah ta’ala senantiasa menjadi syari’at/ajaran semenjak masa-masa umat sebelum kita dan kemudian dilanjutkan di masa kita yang datang sesudah mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah mensyariatkan untuk kalian agama sebagaimana apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh.” (QS. Asy-Syura: 13). Abul ‘Aliyah menafsirkan, “Allah mewasiatkan kepada mereka untuk ikhlas kepada Allah ta’ala dan beribadah kepada-Nya yang tidak ada sekutu bagi-Nya”…(lihat al-I’lam bi Fawa’id ‘Umdah al-Ahkam Jilid 1 hal. 164)
Imam Bukhari rahimahullah menuturkan:
Umar bin Hafsh menuturkan kepada kami. Dia berkata: Ayahku menuturkan kepada kami. Dia berkata: al-A’masy menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Shalih menuturkan kepadaku dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Beliau berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Alhamdulillah, dari kuis ke-3 yang diadakan oleh Ma’had ada 3 orang peserta ikhwan yang berhasil mendapatkan nilai di atas 90 dan 3 orang peserta akhwat yang mendapatkan nilai tertinggi.
Kubur adalah fase pertama di dalam tahapan alam akhirat. Barangsiapa yang berbahagia di dalamnya, maka pada tahapan berikutnya niscaya dia akan lebih berbahagia. Barangsiapa yang celaka di dalamnya, maka pada tahapan berikutnya dia akan lebih sengsara.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:
Diantara ciri kebahagiaan dan keberuntungan ialah apabila seorang hamba semakin bertambah ilmunya semakin bertambah pula tawadhu’ dan sifat kasih sayangnya. Semakin bertambah amalnya semakin meningkat pula rasa takut dan kehati-hatian dirinya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
Apabila Allah berkehendak kebaikan kepada hamba-Nya [yang berbuat dosa] maka Allah bukakan baginya sebuah pintu diantara pintu-pintu taubat, penyesalan, perasaan tidak berdaya, rendah, butuh, memohon keselamatan kepada-Nya, benar-benar memulangkan urusan kepada-Nya, terus-menerus merendah, berdoa, mendekatkan diri kepada-Nya sebisa mungkin dengan berbagai bentuk amal kebaikan; yang itu semuanya pada akhirnya akan bisa mengubah dosa yang telah dia perbuat menjadi sebab datangnya rahmat baginya. Sampai-sampai si musuh Allah [yaitu setan] berkata, “Aduhai, andaikata aku biarkan dia [tidak menggodanya] dan tidak menjerumuskannya,”
PASAL I.
BAB AL-MIYAH (AIR-AIR)
Shalat memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yaitu diantaranya adalah thaharah (bersuci). Berdasarkan sabda Rasulullah salallahu’alaihi wasallam. “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (Mutafaq ‘Alaihi)