al-Mubarok

Tahqiq Kalimat Tauhid

Bismillah.

Kalimat tauhid merupakan pokok agama Islam. Kalimat tauhid inilah seruan dakwah para rasul di sepanjang zaman. Kalimat tauhid membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama menuju penghambaan kepada Rabb penguasa alam semesta.

Kalimat tauhid laa ilaha illallah; tiada sesembahan yang benar selain Allah. Ia menjadi tema sentral perbaikan umat. Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Kami utus sebelum kamu seorang rasul pun melainkan Kami wahyukan kepadanya; bahwa tidak ada ilah/sesembahan yang benar selain Aku, maka sembahlah Aku.” (al-Anbiya’ : 25)

Pernyataan laa ilaha illallah mengandung konsekuensi penolakan segala bentuk sesembahan selain Allah. Allah berfirman (yang artinya), “Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (an-Nahl : 36)

Untuk mewujudkan kandungan kalimat tauhid ini seorang muslim harus menujukan segala bentuk ibadahnya kepada Allah; apakah itu berupa doa, sholat, sembelihan, nadzar, istighotsah, dsb. Allah berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kalian menyeru/berdoa bersama Allah siapa pun juga.” (al-Jin : 19)

Inilah asas agama Islam yang diajarkan oleh setiap nabi. Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan kepada-Nya agama dengan hanif/bertauhid, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Dan itulah agama yang lurus.” (al-Bayyinah : 5)

Ibadah merupakan hak Allah, tidak boleh ia ditujukan kepada selain Allah. Karena hanya Allah yang menciptakan dan mengatur alam maka tidak ada yang pantas disembah selain Allah. Allah berfirman (yang artinya), “Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian; Yang menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian; mudah-mudahan kalian bertakwa.” (al-Baqarah : 21)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjelaskan, “Hak Allah atas segenap hamba adalah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian untuk mewujudkan kalimat tauhid, seorang muslim harus :

– Menolak peribadatan kepada selain Allah

– Menujukan ibadah kepada Allah semata

– Mengenal hal-hal yang merusak ibadahnya kepada Allah

Syirik merupakan dosa besar yang paling besar dan perusak amalan. Allah berfirman (yang artinya), “Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelum kamu; Jika kamu berbuat syirik pasti akan lenyap semua amalmu dan benar-benar kamu akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (az-Zumar : 65)

Demikian sedikit catatan, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semuanya.

Penyusun : Redaksi al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Prioritas Dakwah

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI