al-Mubarok

Belajar Islam dari Dasar

Bismillah.

Berikut ini kami sajikan beberapa tanya-jawab seputar agama Islam untuk memperkenalkan dasar-dasar dalam beragama. Semoga bermanfaat.

Tanya : Apa yang dimaksud Islam?

Jawab : Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah. Setiap rasul membawa ajaran Islam yaitu beribadah kepada Allah semata dan menjauhi syirik walaupun syariatnya berbeda-beda.

Tanya : Apa hakikat ajaran Islam?

Jawab : Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan bertauhid, tunduk kepada-Nya dengan penuh ketaatan, dan berlepas diri dari syirik dan pelakunya.

Tanya : Apa yang dimaksud dengan tauhid?

Jawab : Tauhid adalah mengesakan Allah dalam beribadah; menujukan segala bentuk ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya.

Tanya : Apa yang dimaksud dengan syirik?

Jawab : Syirik adalah beribadah kepada selain Allah di samping beribadah kepada Allah. Misalnya menyembelih atau bernadzar untuk selain Allah, walaupun dia juga melakukan sholat, puasa, dan berbuat baik kepada sesama manusia.

Tanya : Apa bahaya dosa syirik?

Jawab : Syirik merupakan dosa besar yang paling besar dan penyebab pelakunya kekal dihukum di dalam neraka serta tertolak semua amal kebaikannya.

Tanya : Apa makna ibadah?

Jawab : Ibadah adalah perendahan diri dan ketundukan kepada Allah dengan melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dengan dilandasi kecintaan dan pengagungan.

Tanya : Apa syarat diterimanya ibadah?

Jawab : Ibadah harus ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibadah hanya diterima dari orang yang beriman, adapun amalan orang kafir tidak diterima.

Tanya : Apa yang dimaksud dengan iman?

Jawab : Iman adalah pembenaran di dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan anggota badan. Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena maksiat.

Tanya : Apakah amal termasuk bagian dari iman?

Jawab : Amal merupakan bagian dari iman. Mengeluarkan amal dari hakikat iman merupakan kesesatan dan penyimpangan ala sekte Murji’ah.

Tanya : Apakah iman cukup dengan syahadat dengan lisan?

Jawab : Tidak, buktinya orang munafik bersyahadat tetapi mereka dihukum kekal di neraka karena keyakinannya tidak sesuai dengan ucapan syahadatnya secara lisan.

Tanya : Apa makna syahadat laa ilaha illallah?

Jawab : Maknanya adalah tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Kalimat ini mengandung penolakan segala sesembahan selain Allah dan menetapkan hanya Allah sesembahan yang benar. Dengan demikian barangsiapa yang mengucapkan syahadat ini semestinya dia meninggalkan segala bentuk ibadah kepada selain Allah.

Tanya : Apa yang dimaksud tauhid rububiyah?

Jawab : Tauhid rububiyah adalah keyakinan bahwa Allah sebagai pencipta, penguasa, dan pengatur alam semesta. Keyakinan semacam ini belum memasukkan ke dalam Islam. Buktinya kaum musyrik Quraisy dahulu telah mengakui hal ini tetapi tetap dihukumi kafir oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan diajak untuk mengucapkan kalimat syahadat.

Tanya : Apa yang dimaksud tauhid uluhiyah?

Jawab : Tauhid uluhiyah adalah mempersembahkan ibadah kepada Allah dan meninggalkan syirik. Oleh sebab itu berdoa hanya kepada Allah, menyembelih, bernadzar, dsb hanya kepada Allah. Tauhid uluhiyah ini merupakan kandungan dari kalimat tauhid laa ilaha illallah.

Tanya : Apa dalil bahwa ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah?

Jawab ; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak Allah atas segenap hamba ialah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tanya : Apa dalil bahwa ibadah merupakan tujuan hidup manusia?

Jawab : Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariyat : 56)

Tanya : Apa dalil bahwa ibadah harus bersih dari syirik?

Jawab : Allah berfirman (yang artinya), “Jika kamu berbuat syirik pasti akan lenyap amalmu dan benar-benar kamu akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (az-Zumar : 65)

Tanya : Apa dalil pelaku syirik kekal di neraka?

Jawab : Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan Allah benar-benar Allah haramkan atasnya surga dan tempat tinggalnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang pun penolong.” (al-Maa-idah : 72)

Tanya : Apa dalil tidak boleh berdoa kepada selain Allah?

Jawab : Allah berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah maka janganlah kalian menyeru/berdoa bersama dengan Allah siapa pun juga.” (al-Jin : 18)

Tanya : Apa dalil ibadah harus ikhlas?

Jawab : Allah berfirman dalam hadits qudsi, “Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa melakukan amalan seraya mempersekutukan di dalamnya bersama-Ku ada pujaan selain-Ku maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya itu.” (HR. Muslim)

Semoga catatan singkat ini bermanfaat bagi kita semuanya.


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Bangun Istana di Surga

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI