al-Mubarok

Pentingnya Ilmu

Bismillah.

Tidak sedikit dalil yang menunjukkan bahwa ilmu adalah sumber kebaikan dan jalan menuju kebahagiaan. Diantaranya firman Allah (yang artinya), “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya adalah para ulama.” (Fathir : 28)

Semakin berilmu seorang hamba maka akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah, semakin dalam cintanya kepada Allah, dan semakin besar pula harapannya kepada Allah. Sebaliknya, semakin rendah ilmunya maka semakin kecil pula rasa takut, cinta, dan harapnya.

Allah juga berfirman (yang artinya), “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu berderajat-derajat.” (al-Mujadilah : 11)

Semakin kokoh keimanan dan semakin dalam ilmu yang dimiliki seorang hamba maka akan semakin diangkat derajatnya oleh Allah. Sebaliknya semakin lemah keimanan dan semakin kecil ilmunya maka derajatnya pun sesuai dengan keadaannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Kitab ini kaum-kaum dan merendahkan kaum-kaum yang lainnya dengannya pula.” (HR. Muslim)

Barangsiapa memahami al-Qur’an dan mengamalkannya maka Allah akan mengangkat dan memuliakannya. Dan barangsiapa yang berpaling darinya, menentang ajarannya, dan bahkan memusuhinya maka Allah akan merendahkan dan menghinakannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Ilmu adalah landasan untuk iman dan amal. Tanpa ilmu maka iman dan amal tidak akan benar. Oleh sebab itu ilmu adalah jalan untuk menuju surga; karena surga tidaklah dimasuki kecuali dengan sebab iman dan amal salih.

Syaikh Ibrahim ar-Ruhaili hafizhahullah berkata :

Ilmu adalah pondasi dalam hal ibadah. Karena sesungguhnya tidak ada ibadah dan tidak ada amal yang benar kecuali dengan dasar ilmu. Ilmu lebih didahulukan sebelum segala sesuatu. Karena ibadah tidak akan menjadi benar dan diterima kecuali apabila sesuai dengan tuntunan. Dan tidak ada jalan untuk mengenali tuntunan kecuali dengan ilmu. Yaitu ilmu yang benar.

Dan apabila istilah ilmu disebutkan secara mutlak -tanpa batasan atau embel-embel tertentu, pent- di dalam kalam Allah dan kalam Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam demikian juga dalam ucapan para ulama maka sesungguhnya yang dimaksud ialah ilmu syari’at. Oleh sebab itu para ulama mengatakan bahwa semua dalil yang berisi keutamaan ilmu maka yang dimaksudkan adalah ilmu syari’at. Seperti dalam hadits, “Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu…” Maka ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu syari’at.

Sumber : Transkrip Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah oleh beliau, hal. 6


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Prioritas Dakwah

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI