al-Mubarok

Bekas Ilmu Dalam Diri

ilmu

oleh : Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah

Syaikh berkata :

قال سفيان ابن عيينة: « إذا كان نهاري نهار سفيه، وليلي ليل جاهل، فما أصنع بالعلم الذي كتبت ؟ ». أخلاق العلماء للآجري (44).

هذه موعظة عظيمة جدير بطالب العلم أن يتنبه لها، وقد كان من شأن السلف رحمهم الله أنَّ العلم يظهر عليهم في عبادتهم وأخلاقهم ومعاملاتهم؛ كما قال الحسن البصري رحمه الله: «كان الرجل إذا طلب العلم لم يلبث أن يُرى ذلك في بصره وتخشعه ولسانه ويده وصلاته وزهده» رواه الدارمي(385).

Sufyan bin Uyainah berkata :

“Apabila keadaanku di siang hari adalah keadaan orang dungu, dan keadaanku di malam hari adalah keadaan orang bodoh, lantas apa yang harus aku lakukan dengan ilmu yang telah aku catat?” (Akhlaq al-‘Ulama’ karya al-Aajurri, 44)

Ini adalah suatu nasihat yang agung dan layak untuk dicamkan oleh penimba ilmu. Adalah menjadi ciri khas generasi salaf terdahulu rahimahumullah bahwa ilmu tampak dalam diri mereka dalam hal ibadah, akhlak, dan muamalahnya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh al-Hasan al-Bashri rahimahullah :

“Dahulu seorang salaf apabila menimba ilmu maka tidaklah perlu menunggu waktu lama kecuali pasti akan terlihat bekasnya pada pandangannya, kekhusyu’annya, lisannya, tangannya, sholatnya, dan kezuhudan dirinya.” (HR. ad-Darimi, 385)

Sumber : http://al-badr.net/muqolat/3073


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

1 COMMENT

Redaksi

  • Oktober 15, 2015 AT 3:29 am
  • Reply

[…] Bekas Ilmu dalam Diri [buka] […]

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Prioritas Dakwah

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI