al-Mubarok

Ketulusan Terhadap Allah dan Rasul-Nya

Bismillah.

Di dalam penjelasan terhadap hadits ke-7 dari kitab Arba’in Nawawiyah, Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah memaparkan maksud dari ungkapan ‘nasihat untuk Allah dan nasihat untuk Rasul-Nya’.

Beliau mengatakan :

فالواجب على كل مسلمٍ أن ينصح لله في توحيده والإخلاص له، وطاعة أوامره، وترك نواهيه عن إخلاصٍ، وعن متابعةٍ، وعن صدقٍ، لا عن رياء، ولا عن سمعةٍ، ولا عن جفاءٍ،

ولكن عن إيمانٍ وصدقٍ وإخلاصٍ لله؛ حتى يعبده وحده دون كلِّ ما سواه.

Setiap muslim wajib memiliki sifat nasihat/ketulusan kepada Allah dalam hal tauhid kepada-Nya dan ikhlas kepada-Nya, menaati perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya dengan dilandasi keikhlasan, setia dengan tuntunan, penuh kejujuran, tidak karena riya’ atau sum’ah, dan tidak pula bersikap lancang.

Akan tetapi hendaklah dia membangun tauhidnya dengan keimanan dan keikhlasan kepada Allah, sehingga dia beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya.

وهكذا مع الرسول : ينصح في اتِّباع شريعته، وتعظيم أمره ونهيه، والانقياد لما جاء به، وعدم تقديم آراء الرجال على قوله وسنته.

المعنى: تكون أعماله خالصةً نقيةً سليمةً في توجيه العبادة لله، وفي متابعة الرسول ،

لا يكون فيها شرك، ولا تكون فيها بدعة ولا تقصير، بل يكون ناصحًا لله ولرسوله في العبادة، إخلاصًا لله، ومتابعة الرسول ﷺ.

Demikian pula halnya dalam memiliki sifat nasihat/ketulusan kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam; maksudnya adalah dia tulus dalam mengikuti syari’atnya, mengagungkan perintah dan larangan-Nya, tunduk kepada ajaran beliau, dan tidak mendahulukan pendapat orang/tokoh di atas sabda dan tuntunannya.

Artinya, hendaklah orang itu memurnikan amal-amalnya dalam menujukan ibadah kepada Allah dan dalam mengikuti tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tidak boleh terkotori syirik, tidak boleh tercampuri bid’ah, dan tidak boleh ada yang dikurangi dari syariat ini. Akan tetapi semestinya dia menjadi orang yang tulus mengabdi kepada Allah dan patuh kepada Rasul-Nya dalam beribadah. Ikhlas karena Allah dan mutaba’ah/mengikuti tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Demikian cuplikan penjelasan beliau, semoga bermanfaat.

# Sumber : https://binbaz.org.sa/audios


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Nasihat Ulama

    Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas bagaimana keadaan seekor ikan apabila memisahkan dirinya dari air?” (al-Wabil ash-Shayyib)

      Jalan Menuju Surga

      Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu (agama) maka dengan sebab hal itu Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

      Tentang Kami

      Alamat sekretariat : Wisma al-Mubarok 1, Ngebel RT 07, barat Unires Putri UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

      Telp/wa : 0853 3634 3030.

      Alamat e-mail : yapadijogja@gmail.com

      Mau E-Book?

      wallup.net