al-Mubarok

Bekal Utama Seorang Da’i

d8b1cb09060f62545dbac6ec508065aa

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan :

وإن أول زاد يتزود به الداعية إلى الله عز وجل أن يكون على علم مستمد من كتاب الله تعالى، ومن سنة رسوله صلى الله عليه وسلّم، الصحيحة المقبولة، وأما الدعوة بدون علم فإنها دعوة على جهل، والدعوة على الجهل ضررها أكبر من نفعها، لأن هذا الداعية قد نصب نفسه موجهاً ومرشداً فإذا كان جاهلاً فإنه بذلك يكون ضالاً مضلاًّ والعياذ بالله، ويكون جهله هذا جهلاً مركباً، والجهل المركب أشد من الجهل البسيط، فالجهل البسيط يمسك صاحبه ولا يتكلم، ويمكن رفعه بالتعلم، ولكن المشكلة كل المشكلة في حال الجاهل المركب، إن هذا الجاهل المركب لن يسكت بل سيتكلم ولو عن جهل وحينئذ يكون مدمراً أكثر مما يكون منوراً.

Sesungguhnya bekal pertama yang harus dimiliki seorang da’i yang mengajak kepada ajaran Allah ‘azza wa jalla adalah hendaknya dia berada di atas ilmu yang berlandaskan Kitabullah ta’ala dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sahih dan diterima. Adapun berdakwah tanpa ilmu maka itu adalah dakwah di atas kebodohan.

Sementara berdakwah di atas kebodohan bahayanya jauh lebih besar daripada manfaatnya. Karena da’i ini telah menempatkan dirinya sebagai pemberi arahan dan bimbingan, sehingga apabila dia adalah orang yang jahil/tidak paham agama, maka sesungguhnya dia menjadi orang yang sesat dan menyesatkan, wal ‘iyadzu billah. Dengan demikian kebodohannya itu menjadi kebodohan yang rangkap/jahl murokkab [sok tahu, pent].

Padahal, jahl murokkab itu lebih parah daripada jahl basith/semata-mata tidak tahu. Orang yang hanya bodoh/tidak mengerti [jahil basith] maka dia akan menahan diri dan tidak angkat bicara, dan hal itu akan bisa diobati dengan belajar. Akan tetapi yang menjadi sumber segala masalah adalah tatkala orang tertimpa jahl murokkab/sok tahu, sebab orang yang jahil murokkab ini tidak mau diam. Bahkan, dia akan angkat bicara walaupun bermodalkan kebodohan.

Dalam kondisi semacam ini, maka orang itu akan lebih banyak merusak daripada memberikan pencerahan.

Sumber : http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_16901.shtml


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Nasihat Ulama

    Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas bagaimana keadaan seekor ikan apabila memisahkan dirinya dari air?” (al-Wabil ash-Shayyib)

    Kalender

    Agustus 2022
    S S R K J S M
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

      Jalan Menuju Surga

      Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu (agama) maka dengan sebab hal itu Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

      Tentang Kami

      Alamat sekretariat : Wisma al-Mubarok 1, Ngebel RT 07, barat Unires Putri UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

      Telp/wa : 0853 3634 3030.

      Alamat e-mail : yapadijogja@gmail.com

      Mau E-Book?

      wallup.net