al-Mubarok

Dalil Tauhid

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Allah berfirman :

{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ}

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariyat : 56)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan ayat ini di bagian awal Kitab Tauhid. Ayat ini menunjukkan tentang wajibnya tauhid dan kedudukan tauhid yang sangat agung; bahwa ia merupakan tujuan penciptaan jin dan manusia.

Tauhid adalah mengesakan Allah dalam beribadah. Lawan dari tauhid adalah syirik. Hakikat tauhid adalah dengan menujukan segala bentuk ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. Seorang yang bertauhid maka dia wajib mengingkari thaghut/sesembahan selain Allah. Tauhid inilah misi dakwah setiap rasul.

Allah berfirman :

{وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ}

“Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (an-Nahl : 36)

Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah tauhid merupakan dakwah yang diserukan oleh setiap rasul kepada umatnya. Hal ini juga mengandung faidah bahwa tauhid merupakan asas tegaknya agama. Tanpa tauhid maka tidak akan tegak Islam dan tidak akan diterima amalan.

Allah berfirman :

{وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا} 

“Dan sembahlah Allah, dan janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (an-Nisaa’ : 36)

Perintah beribadah kepada Allah tidak bisa dipisahkan dengan larangan berbuat syirik. Karena syirik akan menghapuskan amal kebaikan. Maka seluruh perintah ibadah harus disertai dengan larangan berbuat syirik. Syirik adalah beribadah kepada selain Allah disamping beribadah kepada Allah. Orang musyrik beribadah kepada Allah, tetapi dia juga beribadah kepada selain-Nya.

Allah berfirman :

{وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ} 

“Dan Rabbmu telah menetapkan; bahwa janganlah kalian beribadah kecuali hanya kepada-Nya.” (al-Israa’ : 23)

Hal ini menunjukkan bahwa ibadah merupakan hak Allah semata. Tidak ada yang berhak menerima ibadah kecuali Allah. Karena hanya Allah yang menciptakan dan memelihara manusia. Hal ini juga menunjukkan bahwa sesungguhnya pengakuan Allah sebagai pencipta dan penguasa alam merupakan fitrah yang telah tertanam dalam jiwa manusia. Tidak ada yang mengingkari hal itu kecuali karena kesombongan dan kezaliman pelakunya.

Allah berfirman :

{قُلْ تَعَالَوْاْ أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا}

“Katakanlah; Kemarilah mari akan aku bacakan kepada kalian apa-apa yang diharamkan untuk kalian oleh Rabb kalian; yaitu janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (al-An’am : 151)

Syirik adalah keharaman yang paling besar dan kemaksiatan yang paling keji. Orang yang melakukan syirik telah mempersembahkan ibadah -yang seharusnya hanya khusus untuk Allah saja- kepada selain Allah; dan ini merupakan kezaliman yang paling berat. Merampas hak Allah atas hamba dan menunjukan penghambaan kepada selain-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

((حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئاً))

“Hak Allah atas para hamba adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak boleh disembah selain Allah apa pun atau siapa pun dia. Apakah itu malaikat, nabi, wali, apalagi batu dan pohon. Oleh sebab itu seorang muslim wajib berlepas diri dari syirik dan pelakunya. Tidak boleh meridhoi kesyirikan dan peribadatan kepada selain Allah.

Allah berfirman :

{لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ} 

“Apabila kamu berbuat syirik pasti akan lenyap semua amalmu.” (az-Zumar : 65)

Allah berfirman :

{إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ}

“Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (Luqman : 13)

Allah berfirman :

{إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ} 

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya.” (an-Nisaa’ : 48)

Dari sinilah kaum muslimin bisa mengetahui bahwa syirik adalah dosa besar yang paling besar yang akan merusak semua amal kebaikan. Untuk bisa menjauhi syirik maka seorang muslim harus mempelajari al-Qur’an dan as-Sunnah. Sebagaimana untuk bisa bertauhid dengan benar dia harus memahami kaidah-kaidah agama dalam beribadah.

Diantara buku paling bagus untuk dibaca dalam mengenal tauhid dan syirik adalah : Kitab Tauhid, Ushul Tsalatsah dan Qawa’id Arba’ karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Dengan memahami aqidah tauhid inilah seorang muslim akan bisa membangun agamanya dengan pondasi yang kuat dan asas yang benar. Semoga yang singkat ini bermanfaat.  


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Prioritas Dakwah

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI