al-Mubarok

Materi Pengantar Baca Kitab Online

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Sebelum kita masuk dalam pembahasan pelajaran baca kitab online dengan panduan kitab Tsalatsatul Ushul (tiga landasan utama) perlu kita ketahui hal-hal penting sebagai berikut :

Pertama. Wajibnya kita meluruskan niat dalam belajar; yaitu dalam mengangkat kebodohan dari diri sendiri dan juga untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Karena pemahaman dalam agama merupakan salah satu kunci kebaikan. Dan menimba ilmu termasuk amal salih yang paling utama. Dengan demikian ia pun membutuhkan keikhlasan.

Kedua. Kita perlu mengingat kembali keutamaan mencari ilmu agama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu (agama) niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). Ilmu tentu membutuhkan kesabaran dalam mencarinya. Sebagaimana dikatakan para ulama bahwa ilmu dicari seiring dengan perjalanan siang dan malam. Sedikit demi sedikit.

Ketiga. Kemampuan membaca kitab para ulama membutuhkan bekal pemahaman kaidah bahasa arab seperti nahwu dan shorof. Nahwu berguna untuk mengetahui kedudukan setiap kata di dalam kalimat dan I’rob setiap kata. Adapun shorof untuk mengetahui rumus pembentukan kata sebelum ia dimasukkan dalam susunan kalimat. Apabila nahwu memudahkan kita membaca akhir kata, maka shorof memudahkan kita membaca bagian awal dan tengahnya.

Keempat. Bahasa arab sangat penting untuk dipelajari oleh penimba ilmu maupun kaum muslimin secara umum. Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu berkata, “Pelajarilah bahasa arab, karena sesungguhnya ia merupakan bagian dari agama kalian.” Sementara agama Islam ini merupakan jalan kemuliaan dan kejayaan. Umar juga mengatakan, “Kami adalah suatu kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam. Maka kapan pun kami mencari kemuliaan dengan selain islam niscaya Allah akan menghinakan kami.” (HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak)

Kelima. Tsalatsatul ushul atau tiga landasan utama merupakan salah satu kitab dasar untuk memahami aqidah Islam. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa belajar aqidah adalah kewajiban setiap muslim, bahkan kewajiban terbesar untuk bisa mewujudkan tujuan hidupnya. Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariyat : 56). Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud beribadah kepada Allah adalah dengan mentauhidkan-Nya.

Keenam. Dalam belajar agama kita harus memulai dari yang paling penting dan paling mendasar sebelum ilmu-ilmu yang lainnya. Sementara tauhid adalah kewajiban pertama dan terakhir bagi setiap hamba. Dan tauhid merupakan syarat diterimanya amalan. Bahkan tauhid inilah misi utama dakwah para rasul ‘alaihimus salam. Allah berfirman (yang artinya), “Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (an-Nahl : 36). Imam Malik menjelaskan thaghut adalah sesembahan selain Allah.

Ketujuh. Perlu kita ingat kembali bahwa menimba ilmu dan mengajarkannya termasuk amalan yang sangat utama. Namun ilmu itu hanya terpuji apabila disertai dengan amalan dan rasa takut kepada Allah. Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya riwayat. Akan tetapi ilmu itu adalah yang membuahkan rasa takut kepada Allah.”

Demikian sedikit catatan dan poin-poin yang perlu untuk kita segarkan kembali sebelum kita memulai pelajaran baca kitab online bersama kitab Tsalatsatul ushul. Kita memohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang mahaindah dan sifat-sifat-Nya yang mahamulia, semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang menimba ilmu dan mengamalkannya dengan baik. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin. 

# Unduh pdf materi ini dari sini [klik]


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Prioritas Dakwah

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI