Cuplikan Faidah Kitab Tauhid

Bismillah.

Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariyat : 56)

Ibadah kepada Allah artinya tunduk dan merendahkan diri kepada-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dengan disertai kecintaan dan pengagungan. Ibadah kepada Allah adalah melaksanakan apa-apa yang dicintai dan diridhai-Nya.

Allah ciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah kepada-Nya, bukan karena Allah membutuhkan mereka. Akan tetapi hal itu demi kebaikan mereka sendiri. Apabila mereka beribadah kepada Allah maka Allah akan memuliakan mereka, dan apabila mereka meninggalkan ibadah maka Allah akan menghinakan mereka. Oleh sebab itu hidup adalah cobaan bagi manusia.

Allah berfirman (yang artinya), “[Allah] Yang menciptakan kematian dan kehidupan dalam rangka menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” (al-Mulk : 2)

Allah berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (al-Kahfi : 110)

Karena itulah Allah mengutus segenap rasul untuk mendakwahkan tauhid kepada manusia. Allah berfirman (yang artinya), “Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (an-Nahl : 36)

Tauhid inilah perintah terbesar di dalam agama Islam. Tanpa tauhid maka semua amalan tidak akan diterima dan dijadikan bagai debu-debu yang beterbangan. Allah berfirman (yang artinya), “Seandainya mereka melakukan syirik pasti akan lenyap dari mereka apa-apa yang dahulu telah mereka kerjakan.” (al-An’am : 88)

Tauhid adalah mengesakan Allah dalam beribadah. Mempersembahkan ibadah hanya kepada Allah dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. Allah tidak ridha dipersekutukan dengan-Nya dalam ibadah itu apakah itu malaikat atau nabi. Segala bentuk ibadah merupakan hak Allah, menujukan ibadah kepada selain-Nya adalah syirik dan kezaliman.

Allah berfirman (yang artinya), “Dan Rabbmu telah menetapkan bahwa janganlah kalian beribadah kecuali hanya kepada-Nya….” (al-Israa’ : 23)

Allah berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah milik Allah, maka janganlah kalian berdoa/menyeru bersama Allah sesuatu apapun.” (al-Jin : 18)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak Allah atas para hamba adalah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh sebab itu ibadah harus dimurnikan untuk Allah. Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan agama/amalan untuk-Nya dengan hanif/bertauhid, dan supaya mereka mendirikan sholat, dan menunaikan zakat. Dan itulah agama yang lurus.” (al-Bayyinah : 5)

Orang-orang yang bertauhid akan mendapatkan keutamaan yang sangat besar berupa keamanan dan petunjuk dari Allah. Allah berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman (syirik) maka mereka itulah orang-orang yang diberikan keamanan, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (al-An’am : 82)

Sebaliknya, orang yang berbuat syirik maka Allah haramkan atasnya surga. Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka benar-benar Allah haramkan atasnya surga dan tempat tinggalnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang pun penolong.” (al-Ma-idah : 72)

Allah tidak mengampuni dosa syirik bagi orang yang meninggal dalam keadaan belum bertaubat darinya. Hal itu menunjukkan bahwa syirik adalah dosa besar yang paling besar. Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya dan mengampuni apa-apa yang berada di bawah tingkatan itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (an-Nisaa’ : 48)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan berdoa/menyeru/beribadah kepada sesembahan tandingan selain Allah maka dia pasti masuk neraka.” (HR. Bukhari)

Doa adalah ibadah, dan menujukan ibadah kepada selain Allah adalah syirik dan kekafiran. Allah berfirman (yang artinya), “Dan Rabb kalian mengatakan; Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.” (Ghafir : 60)

Semoga sedikit catatan ini bermanfaat bagi penulis maupun pembaca. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Penyusun : Redaksi al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com untuk sementara ini dikelola oleh Ari Wahyudi, seorang pengajar nahwu dan shorof untuk pemula di Perpustakaan al-Mubarok

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Bangun Masjid!

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI