al-Mubarok

Jelang Ramadhan dengan Iman dan Harapan

Panduan ringkas untuk menemani perjalanan Ramadhan

Bismillah. Hanya kepada Allah pula kita memohon bantuan dan pertolongan atas segala urusan.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, bulan Ramadhan bukan hanya sebuah musim semi ketaatan. Lebih daripada itu Ramadhan adalah musim bertabur pahala dan kebaikan. Sehingga melewatkan waktu-waktu di bulan Ramadhan tanpa mengerti arti dan maknanya adalah sebuah kerugian yang tidak bisa tergambarkan.

Berikut ini dengan memohon taufik dari Allah kami sajikan beberapa catatan penggugah semangat dan pembuka pintu pemahaman agar hari demi hari di bulan yang mulia ini penuh dengan limpahan berkah dan rahmat dari Rabb semesta alam. Teriring doa kepada Allah semoga Allah berikan ampunan kepada kita atas segala dosa dan kesalahan. Sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. Dan sesungguhnya hukuman-Nya sangatlah keras…

Bab 1. Ramadhan Momen Istimewa

Tidaklah diragukan bahwa datangnya Ramadhan menjadi saat-saat yang begitu istimewa. Karena pada bulan itu kita bisa melaksanakan perintah Allah untuk berpuasa wajib. Allah berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (al-Baqarah : 183). Bagi seorang mukmin menjalankan ibadah adalah sumber kebahagiaan dan ketenangan. Sebab dzikir dan ketaatan menjadi penentram hati sebagaimana air dan matahari bagi kehidupan segenap makhluk di atas muka bumi.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas bagaimana keadaan seekor ikan apabila memisahkan dirinya dari air?”. Oleh sebab itu menjalani ibadah kepada Allah dan kewajiban-kewajiban agama adalah sumber kehidupan hakiki bagi seorang insan. Sa’id bin Jubair rahimahullah mengatakan, “Hakikat dzikir adalah dengan taat kepada Allah, maka barangsiapa yang taat kepada Allah sesungguhnya dia telah berdzikir kepada-Nya.”  

Ketaatan kepada Allah memiliki makna yang luas; mencakup ucapan, perbuatan, dan keyakinan atau amalan-amalan hati. Tercakup dalam ketaatan kepada Allah ialah dengan menaati rasul. Karena ketaatan kepada rasul menjadi bagian dan konsekuensi ketaatan kepada Allah. Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa menaati rasul, sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (an-Nisaa’ : 80). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menaatiku niscaya dia masuk surga.” (HR. Bukhari). Puasa adalah salah satu ketaatan yang sangat agung. Oleh sebab itulah Allah mewajibkan puasa kepada umat-umat terdahulu dan belakangan.

Dengan berpuasa seorang muslim tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, bahkan dia juga menahan lisannya dari mengucapkan hal-hal yang merusak puasanya, menjaga anggota badannya dari segala hal yang menodai ibadah puasa. Dengan begitu seorang muslim benar-benar akan mendatangkan kebaikan bagi diri dan lingkungan sekitarnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim adalah yang membuat kaum muslimin lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari)

Bersambung insya Allah…


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh Ari Wahyudi; pengajar nahwu-shorof untuk pemula di Perpustakaan al-Mubarok - Yayasan Pangeran Diponegoro (YAPADI). Dalam mengurus website ini alhamdulillah kami banyak dibantu oleh teman-teman relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Donasi Peduli Wabah

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI