Koleksi Perpustakaan – al-Qabru, ‘Adzaabuhu wa Na’iimuhu

Bismillah.

Alhamdulillah, kita berjumpa kembali dalam seri pengenalan sebagian koleksi perpustakaan Ma’had al-Mubarok. Pada kesempatan ini kita akan memperkenalkan sebuah kitab karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab al-Washabi rahimahullah; salah seorang ulama Yaman.

Judul Kitab : al-Qabru, ‘Adzabuhu wa Na’imuhu (Azab dan Nikmat Kubur)
Penerbit : Maktabah al-Imam al-Wadi’i, Shan’a – Yaman
Cetakan : Pertama, 1429 H

Buku ini berisi penjelasan akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengenai azab dan nikmat kubur berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan disertai dengan keterangan para ulama. Dalam men-takhrij hadits-haditsnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab al-Washabi rahimahullah banyak merujuk kepada karya-karya Syaikh al-Albani rahimahullah dan Syaikh Muqbil al-Wadi’i rahimahullah.

Tambahan Faidah :

Berkaitan dengan azab dan nikmat kubur ini Imam Ibnu Abil ‘Izz al-Hanafi rahimahullah mengatakan, “Dan telah mutawatir hadits-hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menetapkan perkara azab kubur dan nikmatnya yang akan diperoleh orang-orang yang pantas menerimanya, demikian pula adanya pertanyaan oleh dua malaikat. Oleh sebab itu wajib meyakini hal itu dan beriman terhadapnya…” (lihat Syarh al-’Aqidah ath-Thahawiyah, hal. 399)

Sebelum azab dan nikmat kubur setiap hamba -di dalam kuburnya- akan ditanya mengenai tiga perkara ‘Siapa Rabbmu? Apa agamamu? Dan Siapa nabimu?’ dan yang bisa memberikan jawaban dengan benar ketika itu adalah orang-orang beriman. Allah berfirman (yang artinya), “Allah akan memberikan keteguhan kepada orang-orang yang beriman dengan ucapan yang kokoh dalam kehidupan dunia dan di akhirat…” (Ibrahim : 27). Berdasarkan tiga pertanyaan kubur itulah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab at-Tamimi rahimahullah menyusun risalahnya yang penuh berkah yaitu al-Ushul ats-Tsalatsah (tiga landasan utama) (lihat keterangan Syaikh al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh ‘Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 322) 

Dari sinilah kita mengetahui letak pentingnya belajar kandungan risalah Ushul Tsalatsah (tiga landasan utama). Karena pemahaman terhadap ketiga hal itu menjadi kunci untuk bisa menjawab dengan benar ketiga pertanyaan kubur. Selain itu perlu dipahami bahwa semata-mata pemahaman terhadap ketiga hal itu -mengenal Allah, mengenal Islam, dan mengenal nabi- tidaklah bermanfaat apabila tidak disertai dengan iman dan amalan. Oleh sebab itu di awal risalah Ushul Tsalatsah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah pun membawakan dalil dari surat al-’Ashr yang menunjukkan wajibnya iman dan amal salih untuk bisa keluar dari kerugian…

Demikian sedikit catatan, semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *