Sebuah Ketetapan Agung

Bismillah.

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada hamba dan utusan-Nya Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, mempelajari agama Islam adalah sebuah kebutuhan dan keutamaan bagi kita. Karena dengan belajar agama ini kita akan mengenal siapa Rabb kita, mengenal agama yang haq, dan mengenal teladan dan panutan kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah pahamkan dia dalam hal agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ilmu agama Islam yang paling pokok dan paling penting untuk dipahami oleh setiap manusia adalah bagaimana mentauhidkan Allah dengan sebaik-baiknya. Tauhid inilah kunci surga dan satu-satunya jalan untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang melakukan amal salih dari kalangan lelaki atau perempuan dalam keadaan beriman niscaya Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik, dan benar-benar Kami akan memberikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (an-Nahl : 97)

Tauhid adalah tujuan penciptaan jin dan manusia dan misi dakwah setiap rasul. Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariyat : 56). Para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud beribadah di sini adalah mentauhidkan Allah.

Tauhid ini pula yang selalu diserukan oleh setiap rasul kepada umatnya. Allah berfirman (yang artinya), “Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (an-Nahl : 36)

Tauhid inilah kewajiban terbesar atas segenap insan di muka bumi ini. Hak Allah yang harus ditunaikan oleh setiap hamba-Nya. Allah berfirman (yang artinya), “Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (al-Baqarah : 21)

Allah juga berfirman (yang artinya), “Dan Rabbmu telah menetapkan bahwa janganlah kalian beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan kepada kedua orang tua hendaklah kalian berbuat baik…” (al-Israa’ : 23). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak Allah atas hamba ialah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tauhid inilah syarat diterimanya amal salih. Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (al-kahfi : 110)

Tauhid itu adalah beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan segala bentuk sesembahan selain-Nya. Allah berfirman (yang artinya), “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (an-Nisaa’ : 36)


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com untuk sementara ini dikelola oleh Ari Wahyudi, seorang pengajar nahwu dan shorof untuk pemula di Perpustakaan al-Mubarok

LEAVE A REPLY

    E-Book Gratis

    Pencarian

    Bangun Masjid!

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI