al-Mubarok

Kezaliman Yang Diremehkan

Bismillah.

Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya syirik benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (Luqman : 13). Zalim adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Orang yang beribadah kepada selain Allah berarti telah menujukan ibadah kepada sesuatu yang tidak berhak menerimanya. Dan hal itu merupakan kezaliman yang paling berat (lihat Kitab at-Tauhid karya Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah, hal. 8)

Di samping zalim, orang yang berbuat syirik juga sesat. Allah befirman (yang artinya), “Barangsiapa mempersekutukan Allah sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat jauh.” (an-Nisaa’ : 116). Bahkan orang yang berbuat syirik adalah termasuk golongan orang sesat yang paling sesat. Allah berfirman (yang artinya), “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa/beribadah kepada selain Allah…” (al-Ahqaf : 5)

Allah pun mengancam pelaku syirik dengan siksaan yang keras. Allah berfirman (yang artinya), “Maka janganlah kamu menyeru/beribadah bersama dengan Allah suatu sesembahan yang lain; sehingga menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang disiksa.” (asy-Syu’ara’ : 213)

Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mempersekutukan Allah sungguh Allah haramkan surga baginya dan tempat tinggalnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang pun penolong.” (al-Maa-idah : 72)

Syirik adalah dosa yang tidak bisa diampuni kecuali dengan taubat dari pelakunya sebelum meninggal. Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan masih mengampuni dosa-dosa lain yang berada di bawahnya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.” (an-Nisaa’ : 48) 

Pelaku syirik akan terhapus semua amal kebaikannya. Allah berfirman (yang artinya), “Dan seandainya mereka itu berbuat syirik pasti akan lenyap dari mereka semua amal yang telah mereka lakukan.” (al-An’am : 88)

Oleh sebab itu barangsiapa yang menginginkan amal salihnya diterima oleh Allah haruslah menjauhi segala bentuk syirik kepada Allah; yang besar maupun yang kecil, yang tampak maupun yang samar-samar. Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (al-Kahfi : 110) 

Sayangnya walaupun bahaya syirik itu begitu besar dan merusak ternyata banyak orang yang meremehkan dosa syirik. Yang lebih parah lagi menganggap bahwa syirik itu tidak ada masalah, bahkan menurut mereka syirik bukanlah kejahatan! Dengan dalih bahwa pelaku syirik tidak menzalimi orang lain atau tidak merugikan pihak lain… Kalau seperti itu alasannya berarti pelacuran dan narkoba juga bukan kejahatan selama tidak merugikan orang lain [?!]

Wahai manusia! Apakah ketika Allah menggelari syirik sebagai kezaliman yang sangat besar dan mengancam pelakunya kekal di neraka dan haram masuk surga lantas kita berani menilai bahwa syirik itu bukan kejahatan atau tidak membahayakan masyarakat?! Apabila orang berjuang mati-matian untuk mencantumkan peringatan ‘merokok membunuhmu’ apakah tidak lebih pantas lagi mereka berjuang untuk membersihkan syirik dari tradisi kaum muslimin?!


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh Ari Wahyudi; pengajar nahwu-shorof untuk pemula di Perpustakaan al-Mubarok - Yayasan Pangeran Diponegoro (YAPADI). Dalam mengurus website ini alhamdulillah kami banyak dibantu oleh teman-teman relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Donasi Peduli Wabah

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI