al-Mubarok

Hukum Mengambil Gambar dengan Video

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah ditanya mengenai mengambil gambar dengan video atau HP.

Beliau menjawab :

الرسول صلى الله عليه وسلم حرّم التصوير مطلقا، ولم يحدد الآلة التي يكون بها التصوير، لم يحدد الآلة، سواء رسمًا باليد أو نحتًا أو فوتوغرافيًا، كله يدخل في مسمى التصوير، والناس يسمونه تصوير، كل الناس يسمونه تصوير، فما كان تصويرًا فهو حرام، إلا ما دعت الضرورة إليه فيباح بقدر الضرورة، نعم.

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengharamkan menggambar -makhluk bernyawa, pent- secara mutlak. Beliau tidak membatasi suatu bentuk alat yang digunakan untuk menggambar/mengambil gambar. Sama saja apakah itu dengan cara menggaris dengan tangan, atau memahatnya, atau dengan fotografi. Semuanya termasuk dalam istilah ‘tashwir’; mengambil gambar/menggambar. Semua orang pun menyebutnya dengan tashwir/menggambar atau mengambil gambar. Oleh sebab itu apa pun yang berupa tashwir maka hukumnya adalah haram, kecuali ada kebutuhan mendesak terhadapnya maka hal itu diperbolehkan sesuai dengan kadar keterdesakan/keperluan darurat itu. Na’am.

Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/4439


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Prioritas Dakwah

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI