Seri Faidah Kitab Tauhid [5]

Bismillah.

Alhamdulillah pada kesempatan ini kita bisa berjumpa kembali dalam seri faidah Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.

Pada bagian sebelumnya telah kita nukilkan beberapa faidah dari ayat 23 dari surat al-Israa’ yang dibawakan oleh Syaikh rahimahullah di dalam Kitab Tauhid. Ayat itu menunjukkan bahwasanya tauhid adalah kewajiban yang paling wajib.

Berikutnya, Syaikh rahimahullah membawakan ayat 36 dari surat an-Nisaa’ dimana Allah berfirman (yang artinya), “Dan beribadahlah kepada Allah, dan janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.”

Ayat ini menunjukkan wajibnya memurnikan ibadah untuk Allah semata dan wajibnya mengingkari segala sesembahan selain-Nya (lihat al-Jadid fi Syarhi Kitabit Tauhid, hal. 27)

Di dalam ayat tersebut Allah menyandingkan antara perintah beribadah kepada-Nya dengan larangan dari berbuat syirik. Maka, hal ini menunjukkan bahwasanya menjauhi syirik merupakan syarat sahnya ibadah (lihat ad-Durr an-Nadhidh, hal. 13)

Di dalam ayat ini juga terkandung tafsir dari tauhid, bahwasanya hakikat tauhid itu adalah dengan beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan syirik. Selain itu ayat ini juga menunjukkan bahwa segala bentuk syirik itu diharamkan. Demikian pula segala sesembahan selain Allah adalah tidak boleh diibadahi (lihat al-Mulakhkhash fi Syarhi Kitabit Tauhid, hal. 15)

Demikian faidah singkat yang bisa kami sajikan dalam kesempatan ini. Semoga bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semuanya. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *