al-Mubarok

Biografi Ringkas Imam Ibnu Abi ‘Ashim

Nama Beliau

Nama beliau adalah Abu Bakr Ahmad bin Amr bin Dhahhak bin Makhlad bin Dhahhak Asy-Syaibani An-Nabil, lebih masyhur dengan nama Ibnu Abi ‘Ashim.

Kelahiran

Beliau lahir pada tahun 206 H.

Pertumbuhan Beliau

Beliau tumbuh di lingkungan yang lekat dengan ilmu, terutama ilmu hadits. Beliau adalah ahli hadits, ayahnya juga ahli hadits, dan kakeknya juga ahli hadits. Kakeknya dari jalur ayah -yaitu Makhlad bin Dhahhak- adalah seorang ahli hadits besar dan guru dari para imam. Diantara murid kakeknya itu adalah Imam Bukhari, Ahmad bin Hanbal, Abu Bakr bin Abi Syaibah, Abdu bin Humaid, dll.

Adapun kakeknya dari jalur ibu juga seorang penghafal dan ahli hadits Abu Salamah Musa bin Isma’il At-Tabudzaki, beliau juga termasuk ahli hadits besar di masanya. Adapun ayahnya yaitu Adh-Dhahhak bin Makhlad adalah seorang ahli hadits, riwayat haditsnya tercantum dalam Sunan Ibnu Majah, dan beliau adalah tsiqah/terpercaya sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Hajar dalam Taqribut Tahdzib. Ayahnya ini menjadi hakim di kota Himsh dan meninggal saat masih menjabat sebagai hakim pada tahun 242 H.

Pujian Ulama Kepadanya

Abu Bakr bin Mardawaih berkata, “Beliau adalah hafizh/penghafal hadits, banyak meriwayatkan hadits, menyusun Musnad dan kitab-kitab.”

Adz-Dzahabi berkata, “Seorang juru hafal besar… Seorang yang zuhud….beliau banyak menempuh perjalanan untuk menimba ilmu, dan memiliki banyak karya.”

Aqidahnya

Beliau adalah ulama yang berpegang teguh dengan Aqidah Salaf, bahkan beliau termasuk pembela dan pejuangnya, sebagaimana bisa dilihat dari kitab beliau As-Sunnah.

Ibnu Katsir mengomentari kitab As-Sunnah ini, “Kitab As-Sunnah mengenai hadits-hadits sifat ini adalah berjalan di atas metode kaum salaf.”

Wafatnya

Beliau wafat di Ashbahan pada tahun 287 H. Ketika itu jenazahnya dihadiri oleh dua ratus ribu orang pelayat, ada yang berkendaraan dan ada juga yang berjalan kaki.

Sumber : Mukadimah Tahqiq kitab As-Sunnah Ibnu Abi ‘Ashim oleh Syaikh Prof. Dr. Basim bin Faishal Al-Jawabirah. Penerbit Dar As-Shami’i. Cet I, 1419 H. Juz 1, hal. 18-20

30011413911028161

:: Untuk mengunduh kitab as-Sunnah karya Imam Ibnu Abi ‘Ashim bisa dari sini [klik]


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Ikut Beramal Yuk!

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Sejarah YAPADI

    Nasihat Ulama

    Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas bagaimana keadaan seekor ikan apabila memisahkan dirinya dari air?” (al-Wabil ash-Shayyib)